Sunday, 11 Rabiul Awwal 1443 / 17 October 2021

Sunday, 11 Rabiul Awwal 1443 / 17 October 2021

Jadi Bank Digital, BRI Agro Resmi Ganti Nama Jadi Bank Raya

Selasa 28 Sep 2021 07:51 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Senin (27/9). RUPSLB sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk.

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Senin (27/9). RUPSLB sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk.

Foto: BRI Agro
Bank digital AGRO akan fokus menyasar segmen gig economy atau pekerja informal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk resmi berganti nama menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk. Adapun pergantian nama tersebut sudah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Direktur Utama BRI Agro Kaspar Situmorang mengatakan perubahan nama tersebut dilakukan, seiring perubahan arah pengembangan menjadi bank digital.

"Seiring dengan ulang tahun BRI Agro ke-32 tahun, kami telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk mengubah nama baru kita menjadi Bank Raya,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Selasa (28/9).

Baca Juga

Menurutnya sebagaimana merayakan hari raya, panen raya, dan lainnya, semua perlu dirayakan. Kaspar pun meminta dukungan semua pihak agar Bank Raya bisa menjadi bank digital.

“Sesuai namanya, kita harus terus merayakan dan mengapresiasi seluruh timeline, seluruh keunggulan pelaku sektor gig economy karena mulai lahir sampai bertumbuh kembali menjadi manusia yang lebih baik lagi, bisnis bertumbuh, perlu dirayakan,” ungkapnya.

Kaspar menjelaskan sebagai bank digital AGRO akan fokus menyasar segmen gig economy atau pekerja informal, misalnya pengemudi taksi yang juga merupakan pengemudi ride hailing, penulis konten freelance, vlogger, dan lainnya. Adapun segmen ini disasar karena mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan selama pandemi Covid-19. 

Ke depan, Kaspar menyebut digitalisasi industri perbankan akan terus berkembang didorong oleh penyebaran Covid-19. Adapun pembatasan gerak selama pandemi mendorong layanan perbankan untuk dapat dilakukan langsung ke nasabah via seluler atau website sehingga terbentuk zona nyaman baru bagi nasabah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA