Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bareskrim Polri Gelar Perkara Penganiayaan M Kece

Selasa 28 Sep 2021 03:41 WIB

Red: Ilham Tirta

Muhammad Kece (Tangkapan Layar Youtube Muhamad KC)

Muhammad Kece (Tangkapan Layar Youtube Muhamad KC)

Foto: Youtube
Tersangka penganiayaan Kece akan diumumkan dalam gelar perkara hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece, Selasa (28/9).

"Yang pasti hari ini penyidik melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dikonfirmasi.

Andi tidak merinci siapa saja pihak yang dihadirkan dalam gelar perkara tersebut. Namun, status tersangka akan diperoleh setelah gelar perkara dilakukan.

Sebelumnya, penyidik melakukan pra-rekonstruksi perkara dugaan penganiayaan oleh penghuni Rutan Bareskrim Polri terhadap M Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama. Pra-rekonstruksi tersebut dihadiri oleh saksi kejadian dan calon tersangka. Total ada enam calon tersangka yang dihadirkan.

Muhammad Kosman alias Muhammad Kece ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Polda Bali di tempat persembunyiannya usai video penghinaan terhadap simbol agama viral di media sosial. Penangkapan itu berlangsung di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (24/8) pukul 19.30 WIB.

Baca juga : Bareskrim: Kasus Obat Keras di DIY Terbesar di Indonesia

Kece ditahan di Rutan Bareskrim Polri pada Rabu (25/8). Kece disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) dan junto Pasal 45 a ayat (2) dapat juga dijerat dengan peraturan lainnya yang relevan, yakni Pasal 156 a KUHPidana tentang Penodaan Agama. Kece diancam hukuman enam tahun penjara.

Pada malam isolasi di Rutan Bareskrim Polri, Kamis (26/8), Muhammad Kece mendapat penganiayaan yang dilakukan oleh sesama tahanan. Selain dipukuli, pelaku juga melumuri wajah dan badannya dengan tinja (kotoran manusia).

Tahanan Bareskrim Polri, Napoleon Bonaparte sebagai terlapor mengakui perbuatannya. Napoleon mengaku menghajar Kece karena telah menistakan agama Islam. Napoleon pun siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile