Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Joe Biden Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

Selasa 28 Sep 2021 05:44 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Presiden AS Joe Biden

Presiden AS Joe Biden

Foto: AP/Patrick Semansky
Joe Biden mendesak warga AS divaksinasi di tengah peningkatan kasus

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Joe Biden menerima suntikan booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 pada Senin (27/9). Biden mendesak orang Amerika untuk divaksinasi di tengah peningkatan infeksi yang sebagian besar terkait dengan varian Delta.

 

Biden menolak kritik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pakar kesehatan lainnya, yang telah mendesak pemerintah AS untuk memasok lebih banyak dosis vaksin ke negara-negara berkembang, sebelum memberikan suntikan ketiga atau booster kepada warga Amerika. Biden mengatakan, AS telah melakukan upaya maksimal untuk distribusi vaksin Covid-19 ke negara lain, terutama ke negara miskin dan berkembang.

Baca Juga

“Kami melakukan lebih banyak dari setiap negara lain di dunia. Oleh karena itu, kami akan melakukan bagian kami," ujar Biden, dilansir Aljazirah, Selasa (28/9).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) minggu lalu mendukung dosis booster dengan menggunakan vaksin Pfizer, untuk orang di atas usia 65 tahun. Dosis booster juga diberikan kepada kelompok yang memiliki kondisi medis mendasar sehingga membuat mereka berisiko. CDC merekomendasikan agar pekerja garis depan yang berisiko lebih tinggi di industri tertentu mendapatkan suntikan booster.

“Kita tahu bahwa, untuk mengalahkan pandemi dan menyelamatkan nyawa, serta menjaga anak-anak kita tetap aman, sekolah kita tetap buka, perekonomian kita berjalan, kita perlu membuat orang-orang divaksinasi,” kata Biden sembari menambahkan bahwa Ibu Negara, Jill Biden juga akan mendapatkan suntikan penguat.

Biden mendesak lebih banyak organisasi sektor swasta di AS untuk mulai mewajibkan karyawan dan pelanggan mendapatkan vaksinasi. Pekan lalu di Majelis Umum PBB, Biden mengatakan, pemerintah AS akan menggandakan pembelian vaksin Pfizer, dan meningkatkan jumlah dosis menjadi 1,1 miliar untuk didistribusikan ke negara lain selama tahun depan. Menurut data CDC, lebih dari 183 juta orang di AS, atau sekitar 65 persen dari populasi, telah divaksinasi lengkap.

Pihak berwenang memperingatkan, jumlah kasus virus corona dapat meningkat di negara bagian dengan tingkat vaksinasi lebih rendah, seperti Texas, Louisiana, Mississippi, Alabama, dan Florida. Biden mewajibkan pekerja federal untuk mendapatkan vakainasi dan mengamanatkan perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan, mendapatkan vaksinasi atau melakukan tes virus corona secara teratur. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (OSHA) sedang bersiap untuk mengeluarkan peraturan darurat yang mengimplementasikan mandat Biden. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile