Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

3 Pesan Utbah bin Abu Sufyan untuk Guru Anaknya

Ahad 03 Oct 2021 14:50 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Transfer ilmu dari guru ke murid harus dilakukan secara ikhlas. Ilustrasi belajar ilmu agama

Transfer ilmu dari guru ke murid harus dilakukan secara ikhlas. Ilustrasi belajar ilmu agama

Foto: ANTARA/Ampelsa
Transfer ilmu dari guru ke murid harus dilakukan secara ikhlas

Oleh : Ustadz Yendri Junaidi Lc MA, dosen STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang, alumni Al-Azhar Mesir

REPUBLIKA.CO.ID, — Proses mencari ilmu ternyata sangat pelik dan mempunai tahapan serta adab-adab yang mesti dilaksanakan. 

 

Bagi para pencari ilmu agama juga demikian. Dahulu, orang tua yang menyerahkan anaknya ke guru ngaji, juga tak ingin begitu saja pasrah terhadap pendidikan anaknya. 

Baca Juga

Seperti yang terjadi dan dicontohkan Utbah bin Abu Sufyan. Dia berpesan kepada pendidik anaknya sejumlah pesan-pesan bijak. Ini sebagaimana dinukilkan dalaman riwayat berikut ini:   

قال عتبة بن أبي سفيان لعبد الصمد مؤدب أولاده : ليكن أول ما تبدأ به من إصلاح بني إصلاح نفسك ؛ فإن أعينهم معقودة بعينك ؛ فالحسن عندهم ما استحسنت ، والقبيح عندهم ما استقبحت ، وروهم سير الحكماء ، وزد فى تأديبهم أزدك فى بري أليس الصبح بقريب للشيخ ابن عاشور 

Utbah bin Abi Sufyan berkata pada Abdus Somad,  guru untuk anak-anaknya, “Hal pertama yang mesti engkau lakukan (sebelum mendidik anak-anakku) adalah perbaiki dulu dirimu, karena mata mereka tertuju padamu, yang baik menurut mereka adalah apa yang engkau anggap baik, dan yang buruk menurut mereka adalah apa yang engkau anggap buruk. Ceritakan pada mereka kisah orang-orang bijak. Maksimalkan usahamu untuk mendidik mereka niscaya aku tambahkan kebaikanku untukmu."

Dari kisah ini, setidaknya ada sejumlah pelajarab berharga yang bisa diambil yaitu pertama, perlu ada kontrak dan perjanjian antara orang tua dan guru. Kedua, prioritas guru sebelum mendidik murid adalah memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, dan ketiga ketika guru menampakkan kerja keras dalam tugasnya mesti ada kompensasi ekstra dari orang tua.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile