Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Iwan Kecewa dengan Permainan Persela

Ahad 03 Oct 2021 18:30 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Muhammad Akbar

Kolase foto dari Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan (kiri) sujud syukur usai timnya mengalahkan Persipura Jayapura dalam lanjutan Liga 1 2021-2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021). Persela Lamongan menang atas Persipura Jayapura dengan skor akhir 1-0.

Kolase foto dari Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan (kiri) sujud syukur usai timnya mengalahkan Persipura Jayapura dalam lanjutan Liga 1 2021-2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/9/2021). Persela Lamongan menang atas Persipura Jayapura dengan skor akhir 1-0.

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/wsj.
apa yang diperlihatkan malam ini jujur saya sangat kecewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan kecewa dengan kekalahan 0-3 melawan Arema FC pada pekan keenam Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (3/10) sore WIB. Ini adalah kekalahan terbesar Persela dibandingkan tiga kekalahan lain.

"Ini di luar dari prediksi kami, di pertandingan sebelum-sebelumnya tim cukup aktif, tapi dengan apa yang diperlihatkan malam ini jujur saya sangat kecewa," kata Iwan dalam konferensi pers virtual usai pertandingan, Ahad (3/10).

Menurut Iwan gol-gol Arema tercipta karena kesalahan yang dibuat pemain Persela sendiri. Padahal, ia mengaku telah memberikan skema permainan seperti pada beberapa pertandingan sebelumnya.

"Padahal saya selalu mengatakan kepada tim bahwa jika bermain di top level, one mistake one goal. Jadi begitu ada kesalahan ya satu gol, dan begitu seterusnya," katanya.

Persela saat ini harus puas dengan raihan enam poin dari dua kemenangan pada serie pertama. Sementara empat laga lain berakhir dengan kekalahan dengan defisit empat gol. Iwan akan mengevaluasi mentalitas pemain sebelum memasuki serie kedua pada 15 Oktober nanti.

"Persoalan tim ini adalah saya harus bekerja dengan pemain-pemain di usia muda. Persoalan mereka adalah dalam metalitas yang masih fluktuatif, di mana pada pertandingan sebelumnya dia bisa main dalam top level tapi di pertandingan selanjutnya dia anjlok," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile