Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tradisi Maulid Nabi Muhammad di Arab Saudi

Selasa 05 Oct 2021 22:20 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Ani Nursalikah

Tradisi Maulid Nabi Muhammad di Arab Saudi. Inilah lokasi rumah nabi yang kini menjadi komples makam nabi Muhammad  Sawa besrta dua orang sahabatnya. Di sanalah nabi tinggal bersama Aisyah. Rumah nabi sebenarnya hanya sebuah amar yang kecil dan se derhana.

Tradisi Maulid Nabi Muhammad di Arab Saudi. Inilah lokasi rumah nabi yang kini menjadi komples makam nabi Muhammad Sawa besrta dua orang sahabatnya. Di sanalah nabi tinggal bersama Aisyah. Rumah nabi sebenarnya hanya sebuah amar yang kecil dan se derhana.

Foto: saudigazette
Di Arab Saudi, Maulid dirayakan sebagian besar oleh para sufi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maulid Nabi merupakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia acara maulid Nabi biasa diselenggarakan di masjid atau taklim dengan ceramah dan dzikir bersama. 

Namun di beberapa negara, perayaan maulid nabi dilakukan dengan cara yang berbeda. Meski secara nasional, maulid nabi tak pernah dirayakan, namun wilayah Hijaz di Arab Saudi bagian barat, banyak orang menganggap Rabiul awal patut  dirayakan. Biasanya umat Islam di wilayah ini merayakan dengan melakukan berbagai kegiatan amal sepanjang bulan, membagikan makanan kepada orang miskin dan menyumbangkan uang kepada organisasi lokal.  

Baca Juga

Namun, perhatian khusus didedikasikan untuk malam ke-12, Maulid. “Ini adalah perayaan sederhana di mana kami berkumpul untuk mendengar Sirah (Kehidupan) dan mendengarkan Madh (Pujian) yang telah ditulis untuknya, yang memiliki banyak sumber dalam puisi dan prosa,” kata Usama Al-Kubaisi kepada Arab News.  

Karena membaca teks prosa dalam kelompok itu membosankan, mereka biasanya bersama-sama membaca puisi, membaca doa kepada Nabi dan mengingat kisah akhlak dan berkah dari pesannya. Tidak ada satu cara atau satu teks yang digunakan dalam perayaan ini. 

Penulisan Maulid beragam dan mengumpulkan aliran pemikiran yang berbeda, termasuk Sufi, Syafii, Hanafi dan bahkan Hanbali. Teks biasanya menceritakan kisah hidupnya secara rinci, dari kelahirannya melalui semua peristiwa dalam hidupnya sampai kematiannya, menyebutkan penampilan, moral dan perbuatan mulia untuk mengingatnya dan mengikuti teladannya.

Baca juga : Karikaturis Lars Vilks Beda dengan Mr Bean

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile