Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Diizinkan Tinggal di Inggri

Kamis 07 Oct 2021 11:21 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Anggota Taliban duduk di depan mural yang menggambarkan seorang wanita di balik kawat berduri di Kabul, Afghanistan, Selasa, 21 September 2021.

Anggota Taliban duduk di depan mural yang menggambarkan seorang wanita di balik kawat berduri di Kabul, Afghanistan, Selasa, 21 September 2021.

Foto: AP/Felipe Dana
Mereka saat ini memegang visa sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tim sepak bola putri Afghanistan akan diizinkan bermukim di Inggris setelah melarikan diri dari Taliban ke Pakistan. Mereka saat ini memegang visa sementara.

 

Surat kabar Inggris The Sun melaporkan, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel telah mengizinkan penerbitan visa untuk tim putri tersebut, pelatih, dan keluarga mereka. Gadis-gadis itu terancam dikirim kembali ke Afghanistan setelah masa suaka mereka habis di Pakistan.

Baca Juga

Sebuah sumber yang dekat dengan Patel mengatakan kepada The Sun bahwa perlindungan perempuan dan anak perempuan adalah jantung skema pemukiman warga Afghanistan yang baru dari Priti. Sumber itu menambahkan tim sepak bola Afghanistan akan dapat menjadikan Inggris sebagai rumah mereka, bebas dari ketakutan, dan penganiayaan.

Bulan lalu, ketua Leeds United Andrea Radrizzani menawarkan untuk menempatkan semua pemain di tim pengembangan pemain muda klub. Dia mengatakan klub sepak bola siap untuk memberikan masa depan yang sejahtera dan damai kepada para gadis Afghanistan itu. Salah satu pendiri badan amal Football for Peace, Kashif Siddiqi, berterima kasih kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Patel atas visa tersebut.

"Kami masih menunggu kabar, tetapi jika dikonfirmasi, itu berarti hidup 111 gadis Afghanistan, keluarga dan pelatih telah diubah selamanya oleh Inggris," kata Siddiqi, dilansir di Arab News, Kamis (7/10).

Ia menambahkan setiap visa adalah kehidupan yang ditingkatkan, pendidikan dilindungi dan kebebasan bermain sepak bola dipertahankan. "Tanpa Inggris mereka menghadapi kembalinya mimpi buruk, yaitu Afghanistan, keputusan ini memberi mereka masa depan yang berpotensi bermain untuk Leeds United dan klub lain," tambahnya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile