Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wagub DKI: Dugaan Pelecehan Ibu Hamil dalam Pemeriksaan

Kamis 07 Oct 2021 20:50 WIB

Red: Ratna Puspita

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
Ibu hamil mengalami pelecehan verbal oleh seseorang yang diduga tenaga kesehatan DKI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan kasus dugaan pelecehan verbal ibu hamil oleh seseorang, yang diduga tenaga kesehatan DKI, sedang dalam pemeriksaan dan penelitian dari pihak terkait. Riza menegaskan, akan ada sanksi menanti pada pelaku apabila kasus ini terbukti benar-benar terjadi.

 

"Itu sedang dalam penelitian dan diperiksa pihak terkait, tentu kami prihatin. Mudah-mudahan enggak terjadi lagi mudah-mudahan itu tidak benar terjadi, kami sedang cek," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/10).

Baca Juga

"Tentu ada sanksinya (yang menanti)," tutur Riza.

Sebelumnya, terdapat video viral di media sosial Tiktok terkait adanya pelecehan yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Jakarta Barat. Salah satu akun tersebut menyebutkan ada tenaga kesehatan yang melemparkan sejumlah kata-kata tidak etis kepada seorang ibu hamil yang usia kandungannya sudah sembilan bulan dan merasa hendak melahirkan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Purwadi mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran terkait adanya video viral tenaga kesehatan yang melakukan pelecehan verbal kepada seorang ibu hamil. "Tim kami sedang turun ke lapangan untuk telusuri dan konfirmasi terhadap fakta lapangan yang terjadi," kata Purwadi, Rabu (6/10).

Purwadi menyatakan saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil laporan dari Suku Dinas Kesehatan. Dia mengaku prihatin adanya video yang viral di masyarakat tersebut.

Sebab jika video itu benar, hal itu merupakan tindakan di luar kepatutan sebagai tenaga kesehatan. "Pastinya kami dalam koridor pembinaan terhadap tenaga kesehatan tetap akan melakukan penegakan disiplin pegawai," ucapnya menambahkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile