Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

12 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Banyak Negara Hentikan Vaksinasi Moderna, Ini Kata FDA

Ahad 10 Oct 2021 04:47 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

Vaksinator menyiapkan vaksin Covid-19 jenis Moderna saat gelaran Wisata Vaksin di Dusun Bambu, Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/9). Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan pengelola kawasan wisata menggelar vaksinasi massal selama lima hari dengan target 1.200 sampai 2.000 orang per hari, dengan tujuan menarik minat warga untuk menjalani vaksinasi dan menggerakan roda perekonomian di sektor wisata sekaligus upaya percepatan vaksinasi nasional. Foto: Republika/Abdan Syakura

Vaksinator menyiapkan vaksin Covid-19 jenis Moderna saat gelaran Wisata Vaksin di Dusun Bambu, Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/9). Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan pengelola kawasan wisata menggelar vaksinasi massal selama lima hari dengan target 1.200 sampai 2.000 orang per hari, dengan tujuan menarik minat warga untuk menjalani vaksinasi dan menggerakan roda perekonomian di sektor wisata sekaligus upaya percepatan vaksinasi nasional. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Beberapa negara menghentikan pemberian vaksin Moderna.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA mengatakan bahwa manfaat vaksin Covid-19 Moderna lebih besar daripada risikonya. Hal ini diungkapkan karena setelah beberapa negara Nordik mulai membatasi penggunaannya untuk kelompok usia tertentu. Sebab, negara itu khawatir tentang efek sampingnya.

"FDA mengetahui data ini. Saat ini, FDA terus menemukan bahwa manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksinasi lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial untuk vaksin Moderna Covid-19," kata salah satu seorang pejabat FDA dikutip dari foxnews pada Ahad (10/10).

Baca Juga

Pejabat kesehatan di Finlandia mengungkapkan bahwa laki-laki di bawah usia 30 tahun tidak boleh menerima vaksin Moderna karena risiko yang sedikit lebih tinggi terkena miokarditis, peradangan jantung.  Sehari sebelumnya, Swedia mengatakan akan menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna untuk orang di bawah 30 tahun.

Sementara Denmark menghentikan penggunaan untuk orang di bawah 18 tahun dan Norwegia merekomendasikan orang menerima vaksin Pfizer. Negara-negara Nordik mendasarkan keputusan mereka pada studi yang tidak dipublikasikan yang akan ditinjau oleh Badan Obat Eropa.  Badan kesehatan masyarakat Swedia mengatakan penelitian itu menemukan peningkatan risiko efek samping seperti radang otot jantung atau perikardium meskipun mencatat risikonya sangat kecil.

Vaksin moderna Covid-19 dan versi lainnya telah terbukti aman dan sangat efektif terhadap risiko rawat inap atau kematian akibat virus corona.  Moderna mengatakan sadar akan kejadian miokarditis atau perikarditis yang sangat jarang terjadi setelah pemberian vaksin mRNA terhadap Covid-19.

"Ini biasanya kasus ringan dan individu cenderung pulih dalam waktu singkat setelah perawatan standar dan istirahat. Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular Covi-19 dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi dari ini," kata dia.

FDA memberikan persetujuan penuh untuk vaksin COVID-19 Pfizer pada bulan Agustus.  Permohonan Moderna untuk persetujuan penuh masih tertunda.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile