Yayuk Basuki Harap Arena PON Dipakai Kejuaraan Internasional

Ganda putra Jawa Timur Christoper Rungkat (kiri) dan David Agung Susanto (kanan) mengembalikan bola ke arah lawannya asal Jawa Barat Mohammad Rizal/Rafli Feby dalam pertandingan penyisihan grup tenis beregu putra PON Papua di Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ganda putra Jawa Timur Christoper Rungkat (kiri) dan David Agung Susanto (kanan) mengembalikan bola ke arah lawannya asal Jawa Barat Mohammad Rizal/Rafli Feby dalam pertandingan penyisihan grup tenis beregu putra PON Papua di Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Legenda hidup tenis Indonesia, Yayuk Basuki, berharap arena tenis Sian Soor Tennis Center, halaman kantor Wali Kota Jayapura, dapat digunakan untuk perhelatan ajang nasional maupun internasional, usai pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua digelar. Cabang olahraga tenis telah digelar mendahului jadwal resmi PON XX Papua, yang dibuka 2 Oktober dan akan ditutup pada 15 Oktober, dengan laga perdana dimulai pada 26 September dan berakhir pada Kamis (7/10).

"Terus terang saya lihat venue lapangan tenis di Indonesia sudah hampir enggak ada, terakhir waktu itu ada di Balikpapan, Kalimantan Timur terbengkalai juga, lalu di Palembang terbengkalai juga, di Solo masih lumayan, tapi ini lebih baik lagi, jadi jangan sampai ini nanti terbengkalai," ujar Yayuk kepada Antara di Jayapura, Ahad (10/10).

"Harus tarik event sebanyak mungkin di sini, baik nasional maupun internasional," dia melanjutkan.

Salah satu kendala, menurut Yayuk, adalah lokasi yang jauh dari ibu kota negara. Namun, dia mengungkapkan hal itu dapat disiasati dengan kolaborasi dan kerjasama berbagai pihak, antar institusi, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), juga menggandeng sponsor.

Yayuk, yang memiliki prestasi internasional, bahkan tembus perempat final kejuaraan tenis dunia Wimbledon pada 1997 mengatakan, bahwa ia telah mengungkapkan hal itu kepada wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano.

"Tarik pertandingan ke sini kerjasama dengan sponsor, baik dengan maskapai, atau kita fungsikan semuanya event olahraga di bawah Kemenpora, sinergi dengan siapa lagi, Kemenpora dengan kementerian pariwisata karena di sini sektor pariwisata," kata Yayuk.

"Tarik sini bikin event, ini harus tetap berjalan, jangan sampai setelah PON ini berhenti lagi," dia menambahkan.

Terlepas dari arena, Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA) tersebut juga mengungkapkan bahwa PON Papua telah berjalan sesuai rencana yaitu menjadi ajang pembinaan atlet muda.

"Di sektor putri sendiri ada nama-nama Aldila dan Priska. Priska sudah bagus di sisi mudanya kita dapat," ujar Yayuk, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil V Ketua Umum KONI Pusat.

Terkait


Pasangan atlet loncat indah putri Papua, Maulidia K Putri/Fani Febriyanti, melakukan loncatan saat bertanding pada final nomor sinkronisasi menara putri PON Papua di Stadion Akuatik, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (11/10). Republika/Thoudy Badai

Loncat Indah Putri PON Papua Hasilkan Juara Bersama

logo PON XX Papua

Gol Indah Liza Armanita Pastikan Papua Emas Sepak Bola Putri

Sejumlah anggota Komponen Cadangan (Komcad) berjalan membawa tasnya saat tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (11/10/2021). Sebanyak 112 anggota Komcad dari wilayah Kalbar kembali ke Pontianak dengan menggunakan KM Awu, setelah menjalani latihan pembulatan selama 15 hari di Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar di Bandung, Jawa Barat.

Kepulangan Anggota Komponen Cadangan Wilayah Kalbar

Pebiliar Jawa Timur Rudy Susanto (kanan) berdiskusi dengan rekannya Erwin Kurniawan (kedua kanan) sebelum menyodok bola dalam pertandingan final biliar nomor bola 9 ganda putra PON Papua di GOR Biliar SP 5, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (11/10/2021). Rudy bersama rekannya, Erwin Kurniawan mengalahkan pebiliar Kalimantan Selatan Arun dan Noor Hidayatullah dengan skor 8-4 sekaligus meraih medali emas nomor tersebut.

Ganda Putara Jatim Raih Emas Nomor 9 Bola Biliar

Pesilat putra Bali I Kadek Pebrinata memperagakan jurusnya saat bertanding pada final Pencak Silat kategori Seni Tunggal Putra PON Papua di Gor Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021). Pesilat putra Jawa Barat Asep Yuldan Sani berhasil meraih medali emas dengan poin 467 sedangkan medali perak diraih pesilat putra DKI Jakarta Sugianto dengan poin 461, dan perunggu diperoleh pesilat putra Papua Deryalfi Fathudin dengan poin 457.

Final Pencak Silat Nomor Seni Tunggal Putra

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image