Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Courtois Kecam Kejuaraan Tambahan UEFA

Senin 11 Oct 2021 08:37 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Kiper Belgia Thibaut Courtois.

Kiper Belgia Thibaut Courtois.

Foto: EPA-EFE/Martin Meissner / POOL
Courtois merasa para pesepak bola terlalu banyak bermain dengan banyaknya kejuaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Thibaut Courtois melancarkan kritik pedas terhadap Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Ini setelah ia tampil membela Belgia pada partai perebutan tempat ketiga UEFA Nations League.

Duel tersebut berlangsung di Stadion Allianz, Turin, Ahad (10/10) malam WIB. The Red Devils kalah 1-2 dari tuan rumah Italia. 

Baca Juga

Ia merasa sudah terlalu banyak UEFA membuat kejuaraan. Jelas, bakal ada pemasukan lebih untuk penyelenggara. Salah satunya bayaran dari hak siar melimpah. Sebagai pemain, tentu saja mereka ingin tampil. "Namun lihatlah seberapa banyak kedua tim berubah," kata Courtois, dikutip dari ESPN.

Penjaga gawang Real Madrid ini merasa mereka terlalu banyak bermain dalam semusim. AKibatnya korban mulai berjatuhan. Satu per satu masuk ruang perawatan.

Teranyar, dua penggawa penting Belgia terkapar. Mereka adalah Romelu Lukaku dan Eden Hazard. Baik Lukaku maupun Hazard bermasalah dengan otot.

"Pada November tahun depan kami memiliki Piala Dunia. Pada Juni, setelah musim yang panjang, Anda harus bermain empat pertandingan di UEFA Nations League," ujar Courtois.

Ia menyinggung keputusan UEFA yang menentang Liga Super Eropa. Pada saat yang sama, menurut sang kiper, UEFA melakukan hal serupa, yakni membuat berbagai ajang tambahan.

Di level timnas, ada UEFA Nations League. Kemudian di level klub, ada Liga Konferensi. "Mereka marah dengan tim yang menginginkan liga super, tetapi mereka tidak peduli dengan para pemain. Mereka hanya memikirkan kantong mereka," tutur Courtois.

Pada akhirnya para pemain ymenjadi korban. Semakin banyak pertandingan, waktu istirahat semakin sedikit. Courtois menyatakan, ia dan rekan seprofesinya bukan robot.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile