Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

10 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tim Mitigasi IDI Antisipasi Gelombang Ketiga Infeksi Covid

Selasa 12 Oct 2021 14:23 WIB

Red: Andri Saubani

Logo Ikatan Dokter Indonesia (ilustrasi)

Logo Ikatan Dokter Indonesia (ilustrasi)

Gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia berpotensi terjadi pada Desember 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Mitigasi IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun. Antara lain dengan menggencarkan protokol kesehatan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan programvaksinasi.

Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI dr. Mahesa Paranadipa Maikel, MH menjelaskan prediksi gelombang ketiga Covid-19 terjadi pada akhir tahun karena terdapat libur Natal dan perayaan tahun baru. Di mana banyak orang kemungkinan akan berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga

"Ini bukan prediksi dari Tim Mitigasi IDI tapi dari banyak pakar epidemiologi. Faktornya apa kita belum bisa memprediksi, varian baru atau varian delta penularannya seperti apa," kata dr. Mahesa dalam Media Briefing Tim Mitigasi IDI pada Selasa (12/10).

Seperti diketahui, gelombang pertama Covid-19 terjadi pada akhir Januari dan awal Februari 2021 setelah pergantian tahun. Lalu gelombang kedua datang pada bulan Juni hingga Juli 2021 yang menyebabkan rumah sakit dan tenaga kesehatan kewalahan.

Mahesa mengatakan, hal yang paling penting untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten meski sudah divaksinasi. "Yang terpenting adalah cakupan vaksinasi. Jika melihat angka suntikan kedua yang sudah mencapai 27,84 persen dan suntikan pertama 48,44 persen. Kita berharap bisa mencapai 70-80 persen. Ini angka secara nasional," ujar Mahesa.

"Kami berharap jangan sampai terjadi gelombang ketiga, gelombang kedua adalah episode traumatis, kita enggak mau terjadi lagi," lanjutnya.

 

 

Sementara itu, Ketua IDI Bekasi Dr. dr. Ellya Niken Prastiwi, MKM, MARS mengatakan, bahwa pihaknya selalu bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal penanganan dan penanggulangan Covid-19. Hal tersebut sudah dilakukan sejak gelombang pertama dan kedua.

"Kami selalu menjadi bagian dari program-program yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kota Bekasi. Alhamdullilah dukungan seperti fasilitas hazmat, pemeriksaan PCR dan beberapa rumah sakit cukup membantu bahkan Pemerintah Kota Bekasi meminta rumah sakit di daerahnya untk lebih all out, jadi saya rasa bisa copy paste untuk menghadapi gelombang ketiga," jelas Niken.

Niken juga mengatakan, bahwa gelombang kedua Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam hal penanganan. Oleh karenanya, rumah sakit rujukan maupun swasta di Bekasi sama-sama bersinergi untuk mengantisipasi gelombang ketiga.

Selain itu, IDI Bekasi juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota untuk memastikan pencapaian vaksinasi dengan angka yang tinggi. Dalam kurun waktu 23 bulan terakhir, IDI Bekasi bersama Pemerintah Kota, Polres dan Dandim melakukan pelaksanaan vaksinasi.

"Itu adalah strategi untuk mencegah gelombang ketiga, kita juga akan menjemput ke rumah untuk meningkatkan vaksinasi ke angka 80 persen. Meski gelombang ketiga mengancam, semoga kita bisa bersama-sama membuat ini jadi endemi," kata Niken.

photo
Lima Hal yang tak Boleh Dilewatkan Selama Ada Varian Delta - (Republika)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile