Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Saham BBCA Dinilai Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Rabu 13 Oct 2021 13:01 WIB

Red: Friska Yolandha

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9). Founder Finansialku Melvin Mumpuni menilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang telah resmi diperdagangkan dengan harga baru menjadi kesempatan bagi investor meraih saham tersebut dan cocok untuk investasi jangka panjang.

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9). Founder Finansialku Melvin Mumpuni menilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang telah resmi diperdagangkan dengan harga baru menjadi kesempatan bagi investor meraih saham tersebut dan cocok untuk investasi jangka panjang.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra/wsj.
Harga saham BCA yang kini lebih terjangkau, juga menjadi kesempatan bagi investor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Founder Finansialku Melvin Mumpuni menilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang telah resmi diperdagangkan dengan harga baru menjadi kesempatan bagi investor meraih saham tersebut dan cocok untuk investasi jangka panjang. BBCA baru saja melakukan stock split dengan perbandingan 1:5.

"Saya melihat BBCA lebih cocok untuk investasi jangka panjang karena BCA merupakan empat bank besar dengan kondisi keuangan perusahaan yang sehat dan bertumbuh. Saham BBCA bisa menjadi salah satu core stock di portofolio investasi," ujar Melvin saat dihubungi di Jakarta, Rabu (13/10).

Setelah mendapatkan persetujuan jadwal stock split dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA secara resmi diperdagangkan dengan harga baru kemarin. Aksi korporasi stock split tersebut sebelumnya telah disetujui dengan rasio 1:5 (satu saham dipecah menjadi lima saham baru). Nilai nominal per saham BBCA sebelum stock split adalah Rp 62,5, sedangkan nilai nominal per saham BBCA setelah stock split menjadi sebesar Rp 12,5.

Hal senada dikemukan analis Indo Premier Mino. Ia mengatakan saham BBCA lebih baik dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang, meski bisa juga untuk keperluan trading. Harga saham BBCA yang kini relatif lebih terjangkau, juga menjadi kesempatan emas bagi investor.

"Kalau menurut saya BBCA lebih cocok untuk invest jangka panjang. Dan betul pasca-stock split dengan harga nominal yang lebih murah, merupakan kesempatan bagi investor untuk beli," ujar Mino.

Prospek BCA juga dianggap sangat baik ke depan karena sangat siap beradaptasi dengan transformasi layanan digital perbankan yang saat ini tengah terus dipersiapkan. BCA dinilai tidak pernah kehabisan amunisi dalam berinovasi untuk menjadi terdepan di layanan perbankan digital.

BCA juga dinilai konsisten mencetak laba dan memberikan dividen kepada pemegang saham. Pergerakan harga sahamnya pun, kata dia, sangat eksponensial di bursa saham, yang mengindikasikan prospek yang positif bagi investor.

Keputusan BCA untuk melakukan pemecahan harga saham sendiri didasarkan pada perkembangan pasar modal saat ini, terutama dengan tingginya minat investor ritel termasuk para investor muda untuk berinvestasi di pasar modal. Perseroan berharap aksi korporasi tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan pasar modal dalam negeri.

"Dengan harga baru yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor, terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal" kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile