Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Soal Polisi Banting Mahasiswa, Kompolnas: Hormati HAM!

Kamis 14 Oct 2021 08:27 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Aksi polisi membanting mahasiswa yang berdemonstrasi di Tangerang viral di media sosial.

Aksi polisi membanting mahasiswa yang berdemonstrasi di Tangerang viral di media sosial.

Foto: Twitter/@AksiLangsung
Membanting pendemo tak perlu dilakukan bila ada tindakan yang lebih manusiawi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengkritisi aksi oknum kepolisian yang membanting seorang mahasiswa hingga viral di dunia maya. Kompolnas meminta personel polisi selalu menghormati dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) saat menunaikan tugas pengamanan.

 

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan sudah ada aturan terkait penggunaan kekuatan dalam menangani aksi demonstrasi. Ada tahapan-tahapannya sebelum menindak tegas pendemo.

Baca Juga

"Tetapi pada intinya setiap tindakan anggota Polri dalam melakukan pengamanan harus tetap menghormati hak asasi manusia, sehingga tidak boleh ada kekerasan berlebihan," kata Poengky kepada Republika.co.id, Kamis (14/10).

Poengky mengingatkan Perkap 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dan Perkap 8 tahun 2009 tentang Implementasi Standar dan Prinsip HAM dalam pelaksanaan tugas Polri harus dipatuhi personel polisi. Ia menekankan setiap tindakan polisi harus diambil sesuai kondisinya. Misalnya, aksi membanting pendemo tak perlu dilakukan bila masih bisa diupayakan tindakan lain yang lebih manusiawi.

"Kuncinya dalam melakukan tindakan harus proporsional," ujar Poengky.

Selain itu, Poengky mendukung bila oknum polisi pembanting mahasiswa diperiksa lebih lanjut. Ia menganggap tindakan oknum polisi itu tak pantas dilakukan karena mengandung kekerasan berlebihan.

"Kapolda (Banten) sudah meminta maaf atas tindakan anggota. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap oknum anggota yang melakukan kekerasan berlebihan," ucap Poengky.

Sebelumnya, aksi demonstrasi bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Tangerang terjadi di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Rabu (13/10) berakhir ricuh hingga terjadi saling dorong antara aksi massa dari sejumlah mahasiswa dengan pihak keamanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile