Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Oman Tambah Pembangunan Masjid dengan Panel Surya

Jumat 15 Oct 2021 00:45 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

 Oman Tambah Pembangunan Masjid dengan Panel Surya. Foto: (Ilustrasi) Masjid Sultan Qaboos di Oman.

Oman Tambah Pembangunan Masjid dengan Panel Surya. Foto: (Ilustrasi) Masjid Sultan Qaboos di Oman.

Foto: wikipedia
Pembangunan masjid dengan panel surya ditambah Oman.

REPUBLIKA.CO.ID, MUSKAT --- Salah satu masjid di wilayah Bidiyah, Oman telah dilengkapi panel surya sebagai bagian dari rencana pembangunan tempat ibadah untuk mendapatkan sumber energi terbarukan.

Ialah Masjid Obaid bin Saeed Al Hajri di wilayah Sharqiyah, dan yang kedua di Oman yang telah dipasang panel surya. Sebelumny Masjid Hassan bin Thabet di Muscat menjadi masjid pertama yang menggunakan panel surya di Oman.

Baca Juga

“Pemasangan panel surya ini merupakan bagian dari inisiatif Green Mosuqe tahap pertama, program investasi di bidang energi terbarukan yang akan membantu mengubah sejumlah masjid di Oman menjadi energi terbarukan,” kata CEO Perusahaan Pengelola Dana Wakaf Amanah, Yousef bin Ali Al. Harthy seperti dilansir Iqna.ir pada Jumat (15/10).

“Amanah menugaskan transformasi masjid ini menjadi bangunan ramah lingkungan bertenaga surya kepada UKM yang mengkhususkan diri di bidang ini, sebagai bagian dari inisiatif investasinya,” tambanya

“Kami memasukkan lebih banyak masjid di periode mendatang, sebagai bagian dari arahan strategis untuk membuka area baru untuk investasi wakaf melalui proyek-proyek berkualitas yang mencapai manfaat sosial dan lingkungan dengan pengembalian yang memuaskan dan peluang kerja yang menjanjikan bagi pemuda Oman," katanya.

39 panel surya dipasang di masjid, bersama dengan sistem pemantauan. Masjid yang tersebar di area seluas 1.827 meter persegi dan dibangun di atas lahan seluas 420 meter persegi ini menerima energi 20 kilowatt dari panel surya. Upaya sedang dilakukan untuk sepenuhnya mengurangi konsumsi listrik dari sumber konvensional.

Tahap pertama dari inisiatif Green Mosque saat ini sedang berlangsung, dengan upaya untuk mengalihkan masjid ke sumber energi bersih dan terbarukan yang sedang berlangsung di sejumlah tempat ibadah dengan dimensi yang berbeda. Inisiatif ini sejalan dengan Visi Oman 2040, dan tren global menuju pembangunan gedung hijau.

“Inisiatif ini bekerja untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dengan mengadopsi pendekatan transisi ke ekonomi hijau dalam proyek-proyek pembangunan, dan menggunakan sumber energi alternatif dengan cara yang meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi pengeluaran untuk solusi energi tradisional,” tambah Al Harthy.

“Pembangunan green building membuka jalan bagi industri modern berbasis teknologi dan inovasi, terutama karena negara memiliki bahan untuk menciptakan ekonomi berbasis energi alternatif,” katanya. “Lokasinya yang strategis dan iklimnya yang panas membantunya menghasilkan energi matahari dalam jumlah yang melimpah.”

Program Masjid Hijau bertujuan untuk menyediakan energi terbarukan untuk 100 masjid di tahap pertama penyebaran dan total 300 masjid di tiga tahap, dengan investasi total OMR5 juta.

Pendekatan energi alternatif berasal dari minat Oman untuk mencapai keberlanjutan dalam energi bersih daripada menggunakan energi berbasis bahan bakar fosil, karena di bawah Visi Oman 2040, negara ini bertujuan untuk menghasilkan 30 persen listriknya dari energi surya, pada tahun itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile