Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Indra Karya dan Mandiri Hadirkan Air Bersih di Labuan Bajo

Jumat 15 Oct 2021 13:36 WIB

Red: Irwan Kelana

Kolaborasi Indra Karya dan Bank  Mandiri menyalurkan bantuan Rp 2,1 miliar untuk menghadirkan air bersih di Labuan Bajo, Jumat (15/10).

Kolaborasi Indra Karya dan Bank Mandiri menyalurkan bantuan Rp 2,1 miliar untuk menghadirkan air bersih di Labuan Bajo, Jumat (15/10).

Foto: Dok Indra Karya
Dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkan Rp 2,1 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dan Kementerian BUMN memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan diinisiasi PT Indra Karya (Persero) dalam menyediakan sarana dan prasaran air bersih melalui Smart Water System. Smart Water System itu memanfaatkan sumber air laut sebagai solusi mengatasi kekeringan air yang kerap terjadi pada musim kemarau, jauhnya akses sumber air bersih, serta untuk mendorong peningkatan perilaku hidup bersih sehat.  Sehingga,  dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong penguatan ekonomi masyarakat mengingat air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang dibutuhkan masyarakat di Labuan Bajo. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat, Edistius Endi, yang hadir secara langsung pada serah terima bantuan sarana dan prasarana air bersih melalui Smart Water System pada Jumat (15/10).

 

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah kolaborasi BUMN PT Indra Karya (Persero) dan Bank Mandiri yang turut membantu mengupayakan tercukupinya air bersih bagi masyarakat di wilayah Labuan Bajo melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) konsep Smart Water System, yang sangat membantu memenuhi kebutuhan bagi Masyarakat,” ujar Edi seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Lebih lanjut, Edi menambahkan, “Saya senang, karena kolaborasi BUMN ini tidak berhenti pada proses pemberian sarana dan prasarana air bersih saja, tetapi juga ada langkah-langkah tindak lanjut, transfer pengetahuan teknologi kepada Perumda kami yang nantinya program bantuan ini akan dikelola oleh Perumda untuk mendorong penguatan ekonomi lokal.”

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi  mengatakan bahwa kehadiran kolaborasi BUMN melalui kolaborasi bersama ini mendorong program community development telah memberikan lebih dari sekedar kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah Labuan Bajo dan mendukung Suistainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan melibatkan pemerintah tingkat desa dan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami hadir di Labuan Bajo bersama Bank Mandiri menghadirkan Air Bersih untuk Indonesia di Labuan Bajo sebagaimana yang telah diinsiasi oleh Kementerian BUMN.  Kami menghadirkan program bantuan air bersih yang berlokasi di 4 titik yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Desa Warloka, Desa Warloka Pesisi, dan Desa Macangtanggar di  Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Lokasi ini merupakan desa penunjang wisata di Labuan Bajo sehingga bantuan yang diberikan ini nantinya akan dikelola oleh BUMD atau BUMDes ini dapat mendorong penguatan ekonomi bagi desa, melalui sinergi yang dibangun antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  dengan pemerintah daerah,” jelas Milfan.

photo
Program Smart Water System mengucurkan air bersih bagi masyarakat dengan kuota yang diberikan per orang sebesar 60-80 liter/hari.  (Foto: Dok Indra Karya)
Seperti yang diketahui sebelumnya, sejak tahun 2020 hingga 2021 Indra Karya telah telah menjalankan program Smart Water System di tiga  provinsi yakni Provinsi Jawa Timur Desa Modung Kabupaten Madura, Provinsi Jawa Barat Desa Cidadap Kabupaten Sukabumi dan  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Desa Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Desa Warloka, Desa Warloka Pesisi, dan Desa Macangtanggar Kabupaten Manggarai Barat yang dilakukan melalui Kolaborasi BUMN.

Lebih lanjut, Milfan Rantawi mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk komitmen nyata Indra Karya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui berbagai program TJSL yang selama ini dijalankan. “Program penyediaan fasilitas air bersih adalah bagian dari arahan pemerintah yakni Suistainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), di  mana program TJSL diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Darmawan Junaidi, direktur utama Bank Mandiri menyampaikan,  sejalan dengan semangat BUMN untuk Indonesia, Bank Mandiri  yakin  sinergi ini akan dapat mewujudkan Labuan Bajo yang lebih maju dan sejahtera, sehingga semakin menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. “Hal ini juga menjadi konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung pembangunan Labuan Bajo yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Darmawan.

Program Smart Water System ini merupakan teknologi karya Indra Karya yang diintegrasikan  dengan Smart Card sebagai Tap Card untuk mengucurkan air bersih bagi masyarakat dengan kuota yang diberikan per orang sebesar 60-80 liter/hari sehingga masyarakat mendapatkan air bersih secara adil dan merata.

Program bantuan diinsiasi oleh Kementerian BUMN dan pelaksanaan program bantuan ini seluruhnya dijalankan melalui program TJSL dengan total anggaran sebesar Rp 2,1 miliar dengan sharing pembiayaan bersama antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Indra Karya (Persero).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile