Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Kemenag Evaluasi Kegiatan Susur Sungai di Madrasah

Jumat 15 Oct 2021 23:46 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Kemenag Evaluasi Kegiatan Susur Sungai di Madrasah. Foto:   Petugas tim SAR dari BPBD Ciamis dibantu warga setempat mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Cileuer, Desa Utama, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Sebanyak 11 siswa MTS Harapan Baru tewas tenggelam dan dua orang kritis saat menjalani kegiatan pramuka susur sungai.

Kemenag Evaluasi Kegiatan Susur Sungai di Madrasah. Foto: Petugas tim SAR dari BPBD Ciamis dibantu warga setempat mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Cileuer, Desa Utama, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021). Sebanyak 11 siswa MTS Harapan Baru tewas tenggelam dan dua orang kritis saat menjalani kegiatan pramuka susur sungai.

Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Belasan siswa madrasah meninggal saat susur sungai.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sejumlah siswa MTs Harapan Baru, Ciamis, Jawa Barat dilaporkan tenggelam di Sungai Cileueur saat mengikuti kegiatan susur sungai, Jumat (15/10). Sebanyak 11 siswa ditemukan meninggal, dua siswa lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. "Kami sampaikan duka mendalam. Semoga keluarga para siswa tetap tabah dan sabar," kata M Ali Ramdhani melalui keterangan tertulisnya kepada Republika, Sabtu (15/10).

M Ali yakin para siswa meninggal saat ikut proses pendidikan susur sungai sebagai orang yang mati syahid. Untuk itu meminta keluarga tabah menerima kejadian ini.

Baca Juga

"Insya Allah mereka syahid," ujarnya.

Meski demikian, M Ali Ramdhani berharap ada evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakuriler madrasah, khususnya giat yang memiliki potensi risiko tinggi. Pria yang akrab disapa Dhani ini meminta keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pembinaan madrasah harus menjadi perhatian dan prioritas utama.

"Giat yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan. Ini akan kita evaluasi," tegasnya.

"Saya sudah meminta Kabid Madrasah Kanwil Jabar agar bisa segera melalukan hal tersebut," katanya.

 

 

 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile