Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

KPK Amankan Sejumlah Orang Dalam OTT di Musi Banyuasin

Sabtu 16 Oct 2021 00:04 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

KPK Amankan Sejumlah Orang Dalam OTT di Banyuasin. Foto:   Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron melambaikan tangan sebelum memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/8/2021). KPK menyatakan keberatan atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI mengenai proses alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).

KPK Amankan Sejumlah Orang Dalam OTT di Banyuasin. Foto: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron melambaikan tangan sebelum memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/8/2021). KPK menyatakan keberatan atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI mengenai proses alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
KPK melakukan OTT di Musi Banyuasin.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin. Operasi senyap itu dilakukan lembaga antirasuah tersebut pada Jumat (15/10) malam lalu.

"Benar KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan di kabupaten Musi Banyuasin," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron di Jakarta, Sabtu (16/10).

Baca Juga

Ghufron mengatakan, tim penyidik KPK telah mengamankan beberapa orang dalam operasi senyap tersebut. Meski demikian, belum diketahui pihak-pihak serta barang bukti dan nilai korupsi yang diamankan dalam penangkapan tersebut.

Dia melanjutkan, penyidik KPK saat iniasih bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti dari tindak pisana rasuah yang dilakukan oleh para pihak terkait. KPK saat ini mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT ini.

"Mohon bersabar, kami masih menyelidik segera akan kami jelaskan lebih detail setelah penyelidikan," kata Ghufron lagi.

 

 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile