Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Cara OJK Berantas Pinjol Ilegal

OJK menghentikan sebanyak 3.515 pinjol ilegal.

Red: Dwi Murdaningsih
Rep: Puti Almas
Seorang jurnalis menunjukkan pesan penawaran pinjaman online yang ada di gawainya saat rilis kasus di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/10/2021). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan pinjaman online ilegal dengan menangkap 7 tersangka di wilayah Ibu Kota.
ANTARA/Sigid Kurniawan Seorang jurnalis menunjukkan pesan penawaran pinjaman online yang ada di gawainya saat rilis kasus di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/10/2021). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan pinjaman online ilegal dengan menangkap 7 tersangka di wilayah Ibu Kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan kegiatan dari setidaknya 3.515 perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Pinjol ini dihentikan untuk mencegah lebih banyak masyarakat di Indonesia yang menjadi korban korban tindak pidana keuangan dan penipuan dari fenomena berkembangnya financial technology (fintech) ini. 

Ketua Satgas Waspada Investigasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing mengatakan OJK terus melakukan penanganan melalui dua sisi untuk pemberantasan pinjol ilegal. Pertama adalah melalui edukasi kepada masyarakat, sebagai upaya pencegahan yang sangat penting. 

“Kami selalu mengingatkan pertama adalah agar jika masyarakat ingin melakukan peminjaman online, maka lakukan di perusahaan yang terdaftar di OJK,” kata Tongam dalam webinar MNC Trijaya Network Jerat Pinjol Bikin Benjol, Sabtu (16/10). 

Scroll untuk membaca

Tongam mengatakan masyarakat harus cermat dalam meminjam. Diantaranya adalah dengan meminjam sesuai dengan kebutuhan dan diharapkan bahwa itu digunakan untuk keperluan produktif, yang mendorong perekonomian keluarga.

“Jangan gunakan untuk membayar hutang lama, seperti gali lubang tutup lubang, sangat berbahaya,” kata Tongam.

Tongam mengatakan untuk terhindari dari pinjol ilegal, masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri dari perusahaan tersebut. Pertama adalah pasti tidak terdaftar di OJK.

Kedua, keberadaaan perusahaan secara fisik tidak diketahui. Ketiga, pinjaman sangat mudah didapatkan, sebagai contoh, hanya perlu memberikan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Keempat, perusahaan pinjol ilegal sering meminta akses kontak dan data di handphone. Ini yg kemudian digunakan untuk intimidasi saat penagihan,” kata Tongam.

Tongam mengatakan OJK belum dapat maksimal melakukan upaya pemberantasan pinjol ilegal. Ia menegaskan perlu sinergi antar lembaga secara lebih luas.

Baca juga : Ramai Korban Pinjol, Umat Diimbau Pahami Fiqih Hutang

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id

Berita Lainnya

Berita Terkait

OJK Akan Tambah Aturan Baru Penagihan Pinjaman Online

fintech - 18 October 2021, 11:19

OJK Ungkap Server Pinjaman Online Tersebar di Luar Negeri

keuangan - 18 October 2021, 10:44

OJK Menata Ulang Ekosistem Pinjaman Online

keuangan - 18 October 2021, 09:05

Ironi Pinjol dan Gemar Berbagi: Refleksi Maulid Nabi

khazanah - indonesia - 18 October 2021, 05:05

OJK Imbau Masyarakat tak Ragu Laporkan Teror Pinjol Ilegal

berita - 17 October 2021, 19:20

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>