Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Profesor Dituduh Berkomplot dengan China Ditawari Jadi Dosen

Anming Hu telah dibebaskan dari dugaan telah berkomplot dengan universitas di China.

Red: Teguh Firmansyah
Rep: Lintar Satria
Mata-mata dan penyadapan arus data dan komunikasi (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID Mata-mata dan penyadapan arus data dan komunikasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KNOXVILLE--Universitas Amerika Serikat (AS) di Knoxville menawarkan pekerjaan pada profesor yang sempat dituduh pemerintah federal berkomplot dengan China. Anming Hu dibebaskan dari tuduhan menyembunyikan hubungannya dengan universitas China saat menerima hibah penelitian dari NASA.  

Surat kabar Knoxville News Sentinel melaporkan dalam surat yang bertangga 14 Oktober lalu Rektor dan Wakil Rektor University of Tennessee John Zomchick menawarkan Anming Hu kembali pekerjaannya sebagai dosen teknik. Universitas itu juga menawarkan untuk membayar pengacara imigrasinya.

Pada Ahad (17/10) Knoxville News Sentinel melaporkan Zomchick juga menawarkan  dana hibah untuk penelitiannya sebesar 200 ribu dolar AS. Dalam surat itu rektor juga menjelaskan bantuan universitas untuk memproses visa dan upaya naturalisasinya sebagai warga negara Kanada.

Hu ditangkap pada Februari 2020 lalu dengan dakwaan penipuan dan membuat pernyataan palsu. Hakim membatalkan sidangnya setelah juri menemui jalan buntu pada bulan Juni lalu. Jaksa sudah mengajukan notifikasi akan mencoba kasus itu sekali lagi tapi hakim membebaskan Hu bulan lalu.

Hu ditangkap oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Saat ia menekan Departemen Kehakiman menggelar penangkapan besar-besaran pada peneliti AS yang diduga memiliki hubungan dengan institusi Cina.

Hu mulai bekerja di University of Tennessee pada tahun 2013 dan kemudian diundang profesor lain untuk membantu mengajukan hibah penelitian dari NASA. Pengajuan tersebut gagal tapi dua pengajuan lainnya berhasil.

Undang-undang yang disahkan tahun 2012 melarang NASA berkolaborasi dengan Cina atau perusahaan Cina. Pemerintah Trump menerjemahkannya undang-undang itu termasuk melarang NASA bekerja sama dengan universitas Cina dan Hu anggota fakultas Beijing University of Technology.

Jaksa mencoba membuktikan Hu sengaja menyembunyikan posisinya di universitas Cina saat mengajukan dana penelitian ke NASA. Dalam persidangan pengacara Hu, Philip Lomonaco mengatakan Hu tidak mengira pekerjaan musim panasnya perlu diungkapkan dalam formulir pengajuan dan tidak ada di University of Tennessee yang mengatakan ia harus melakukan itu.

Pada awal bulan ini Lomonaco mengatakan pada Knoxville News Sentinel, Hu menginginkan pekerjaannya kembali. Hakim mengatakan bahkan bila Hu sengaja menyembunyikan hubungannya dengan universitas Cina tidak ada bukti ia ingin merugikan NASA.

Hakim juga mencatat NASA mendapatkan penelitian Hu yang mereka bayarkan. Selain itu tidak ada bukti dalam proyek itu Hu mendapatkan uang dari Cina atau siapa pun yang bekerja untuk Cina. Hakim menambahkan peraturan dana hibah NASA juga tidak jelas.

sumber : AP
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id

Berita Lainnya

Berita Terkait

Produk Indonesia Dipromosikan di Shanghai

asia - 17 October 2021, 08:13

Apple Tutup Aplikasi Alquran Di China

asia - 16 October 2021, 15:16

Bank Sentral Pastikan Dampak Krisis Evergrande tak Meluas

bisnis-global - 16 October 2021, 14:45

Apple Hapus Aplikasi Alquran Paling Populer

dunia - 16 October 2021, 04:50

Empat Tewas dalam Kecelakaan Tambang Emas China

asia - 16 October 2021, 00:59

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>