Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Starchain Dukung Pengembangan UMKM Lewat Digitalisasi

Ahad 17 Oct 2021 04:44 WIB

Red: Gita Amanda

Starchain, perusahaan rintisan untuk mentoring para pelaku UMKM berkomitmen untuk mendukung pemerintah pada bidang digitalisasi dan pengembangan untuk UMKM dengan menyediakan platform pengelolaan usaha, diantaranya managemen pembelian dan stok barang, Point of Sales (POS) atau kasir digital, laporan keuangan, manajemen pengeluaran, hingga fitur unggulan Chat Mentor.

Starchain, perusahaan rintisan untuk mentoring para pelaku UMKM berkomitmen untuk mendukung pemerintah pada bidang digitalisasi dan pengembangan untuk UMKM dengan menyediakan platform pengelolaan usaha, diantaranya managemen pembelian dan stok barang, Point of Sales (POS) atau kasir digital, laporan keuangan, manajemen pengeluaran, hingga fitur unggulan Chat Mentor.

Foto: Dok istimewa
Platform Starchain diperuntukkan bagi UMKM agar terhubung dengan mentor berpengalaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tahun lalu Pemerintah baru saja meluncurkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI) sebagai wujud dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sejalan dengan hal ini, Starchain, perusahaan rintisan untuk mentoring para pelaku UMKM berkomitmen untuk mendukung pemerintah pada bidang digitalisasi dan pengembangan untuk UMKM dengan menyediakan platform pengelolaan usaha, diantaranya managemen pembelian dan stok barang, Point of Sales (POS) atau kasir digital, laporan keuangan, manajemen pengeluaran, hingga fitur unggulan Chat Mentor.

Di bawah PT Teknologi Berikat Indonesia, Starchain mengembangkan platform bagi pelaku UMKM dan mentor maupun trainer. Platform Starchain diperuntukkan bagi pelaku UMKM agar terhubung dengan mentor dan trainer yang berpengalaman di bidangnya masing-masing melalui fitur Chat Mentor, sementara itu platform Starnesia ditujukan bagi para mentor dan trainer.

“Sejak 2020, Starchain menggandeng Wiranesia Foundation untuk membentuk ekosistem mentor Armornesia (Asosiasi Trainer, Mentor, dan Coach Wirausaha). Tujuannya adalah untuk mencetak banyak mentor dan trainer berpengalaman dan bersertifikat di Starnesia dalam upaya memberikan konsultasi para pelaku UMKM agar naik kelas dan go digital,” ujar CEO Starchain Achmad Syaefi, dalam siaran persnya, Ahad (17/10).

Syaefi menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini adalah mentalitas dan edukasi bagi para pelaku usahanya. Menurutnya, modal utama menjadi pelaku usaha adalah mental dan mindset pelaku UMKM untuk mandiri, menghadapi kegagalan, serta pola pikir inovatif dan kreatif. Ia juga menyorot beberapa tantangan pelaku UMKM lainnya, seperti pencatatan yang masih manual, enggan untuk menggunakan aplikasi yang kompleks, kurangnya pengetahuan laporan keuangan, dan tidak mengetahui arah bisnis dan rencana keuangan. Di sinilah peran para mentor dan trainer di Starnesia untuk mengedukasi tantangan tersebut.

Tak hanya itu, Starchain juga menyediakan program berbagi modal dan reward menarik bagi para anggotanya. Hingga saat ini,sebanyak dua ribu UMKM telah tergabung di Starchain dan 362 mentor dan trainer telah tergabung di Starnesia yang terdiri dari akademisi dan praktisi bisnis. Starchain menargetkan empat juta UMKM dan lebih dari 13 ribu mentor dan trainer bergabung hingga 2026.

Dukung sertifikasi halal UMKM

Pada Oktober 2019, pemerintah mulai menggaungkan sertifikasi halal bagi setiap pelaku usaha di Indonesia, dengan menargetkan semua produk masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikasi halal pada 17 Oktober 2024. Salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi ini adalah pendampingan sertifikasi halal. Starchain turut berkomitmen untuk mendukung program ini dengan melakukan pendampingan UMKM.

“Saat ini, sebagian besar UMKM belum memiliki sertifikasi halal. Starchain terus menyosialisasikan dan mengedukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal produk bagi mitra UMKM dengan mewadahi Chat Mentor dari mentor dan trainer yang ahli di bidangnya, demi tercapainya target pemerintah menuju sertifikasi halal pelaku bisnis pada 2024,” tutup Syaefi.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile