Kunjungan Wisatawan ke DIY Meningkat hingga 40 Persen

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Kunjungan Wisatawan ke DIY Meningkat hingga 40 Persen (ilustrasi).
Kunjungan Wisatawan ke DIY Meningkat hingga 40 Persen (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang ada di DIY mulai menunjukkan peningkatan. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut, peningkatan kunjungan wisatawan mencapai 40 persen.

"Cukup lumayan (peningkatannya), artinya kita bisa lihat 40 persen lebih (kenaikannya) dari (yang sebelumnya) zero. Itu sudah cukup lumayan pergerakannya, 40 persen ini saat weekend," kata Bobby kepada Republika melalui pesan tertulisnya belum lama ini.

Walaupun begitu, Bobby menyebut, pemerintah perlu memperhatikan terkait monitoring di destinasi-destinasi yang belum dibuka. Pasalnya, saat ini di DIY masih belum seluruh destinasi wisata yang diuji cobakan untuk dibuka di masa PPKM level 3.

Pasalnya, masih terbatasnya destinasi wisata yang diuji cobakan untuk dibuka dinilai justru lebih berisiko. Hal ini dikarenakan adanya pergerakan wisatawan di beberapa destinasi yang ditutup di DIY.

Menurut Bobby, di destinasi yang belum dibuka tidak ada pengawasan yang dilakukan. Sehingga, berpotensi terjadinya penularan Covid-19, meskipun saat ini kasus terkonfirmasi positif di DIY terus menunjukkan tren penurunan.

"Risiko lebih tinggi disaat destinasi-destinasi yang ditutup tapi dimasuki oleh wisatawan. Contohnya Kaliurang, ditutup tapi pengunjung bisa keluar masuk disana. Artinya justru tidak ada kontrol disitu," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh destinasi wisata yang ada di DIY dapat segera dibuka. Sehingga, pengawasan terhadap wisatawan yang dilakukan di destinasi yang dibuka pun dapat dilakukan dengan baik.

Terutama terkait disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 oleh wisatawan selama berada di destinasi wisata. Selain itu, di destinasi-destinasi wisata yang diuji cobakan untuk dibuka, juga dikontrol menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan Visiting Jogja.

"Beberapa waktu lalu kami berikan usulan ke Pemda (DIY) dan Ngarso Dalem (Gubernur DIY) sudah menyampaikan usulan itu ke Pak Luhut (Menkomarves) untuk membuka kembali destinasi-destinasi yang lain, agar itu jauh lebih memudahkan kontrol dalam pergerakan wisatawan," ujarnya.

Saat ini, sudah ada delapan destinasi wisata yang diuji cobakan untuk dibuka di DIY. Mulai dari Tebing Breksi, Gembira Loka Zoo, Pinus Sari, Candi Ratu Boko, Merapi Park, Seribu Batu, Pinus Pengger.

"Sama Taman Wisata Candi Prambanan di (Kabupaten) Sleman," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id

Terkait


GIPI DIY Sebut Keterbatasan Destinasi yang Dibuka Berisiko

GIPI DIY Harapkan Anak Bisa Masuk Destinasi Wisata

DIY Belum Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk Tempat Wisata

DIY Bantah Ofisial Terpapar Covid-19 Tinggalkan Isolasi

Positivity Rate Covid-19 di DIY Konsisten di Bawah 1 Persen

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark