Clock Magic Wand Quran Compass Menu

Limbah Makanan Jawa Timur Capai 7,48 Juta Ton per Tahun

Limbah makanan 7,48 juta ton diprediksi berasal dari 40,6 juta penduduk Jawa Timur.

Red: Nora Azizah
Rep: Dadang Kurnia
Limbah makanan 7,48 juta ton diprediksi berasal dari 40,6 juta penduduk Jawa Timur (Foto: ilustrasi pengolahan food watse)
ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA Limbah makanan 7,48 juta ton diprediksi berasal dari 40,6 juta penduduk Jawa Timur (Foto: ilustrasi pengolahan food watse)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat mengurangi limbah makanan (food waste) sebagai bagian penting mewujudkan ketahanan pangan. Apalagi, kata dia, tingginya limbah makanan dapat menimbulkan dampak kerugian ekonomi. Limbah makanan biasanya muncul dari makanan yang tidak dihabiskan karena masalah rasa atau mengambil terlalu banyak.

Khofifah menjelaskan, jumlah penduduk Jawa Timur pada 2020 yang mencapai 40.665.700 jiwa, berpotensi menghasilkan limbah makanan sekitar 4.676.555,5 hingga 7.482.488,8 ton per tahun. "Oleh karena itu diharapkan masyarakat bisa mulai mengubah pola pikir dan kondisi saat ini dapat menyadarkan kita agar lebih bijak dalam mengelola makanan," kata Khofifah, Ahad (17/10).

Melihat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan limbah makanan tersebut, Khofifah meminta masyarakat dapat memperkirakan dengan baik jumlah makanan yang diperlukan. Disamping itu, dirinya meminta untuk mencermati dalam mengolah makanan serta membeli makanan sesuai kebutuhan. 

Scroll untuk membaca

"Agar apa? agar tidak ada lagi yang terbuang sebagai bagian dalam upaya untuk mengurangi food waste. Misalnya dengan merencanakan menu makanan di rumah secara seksama, sehingga tidak ada makanan yang menjadi limbah," ujarnya. 

Di sisi lain, Khofifah berharap kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa memenuhi gizinya. Apalagi, kata dia, saat ini Jatim sudah menjadi provinsi yang swasembada pangan dengan prestasi surplus baik komoditas beras ataupun jagung.

"Sebagai provinsi yang memiliki kawasan maritim dan agraris tropis dengan potensi produksi pangan yang sangat beragam dan besar, Jatim sejatinya berpeluang untuk menjadi provinsi besar yang maju dan makmur," kata Khofifah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Berita Terkait

Berapa Banyak Food Loss-Food Waste Orang Indonesia?

umum - 12 October 2021, 15:51

Cara Wonder Food Indonesia Selamatkan Makanan Terbuang

unik - 21 August 2021, 04:50

Mencegah Food Waste, Bagaimana Caranya?

trend - 05 May 2021, 10:39

Yuk, Jangan Food Waste

nasional-infografis - 28 September 2020, 06:36

Kementan: Jangan Food Waste Untuk Ketahanan Pangan

pertanian - 17 September 2020, 19:17

Berita Rekomendasi

Video

>

Berita Terpopuler

>