Tuesday, 22 Jumadil Akhir 1443 / 25 January 2022

Tuesday, 22 Jumadil Akhir 1443 / 25 January 2022

Menpora Puji Regenerasi di Cabor Bulu Tangkis

Senin 18 Oct 2021 00:15 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Indonesia merayakan kemenangan melawan China di final bulu tangkis Thomas Cup, di Aarhus, Denmark, 17 Oktober 2021.

Pemain Indonesia merayakan kemenangan melawan China di final bulu tangkis Thomas Cup, di Aarhus, Denmark, 17 Oktober 2021.

Foto: EPA-EFE/CLAUS FISKER
Menurutnya ini adalah kemenangan besar bagi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menpora Zainuddin Amali mengatakan dirinya merasakan kebahagian yang sama seperti seluruh masyarakat Indonesia ketika melihat Indonesia mengakhiri puasa gelar Piala Thomas selama hampir dua dekade. Indonesia juara setelah menaklukkan China 3-0 pada final di Ceres Arena, Ahad (17/10) malam WIB. 

"Sama seperti seluruh masyakarat Indonesia, akhirnya setelah 19 tahun piala ini tidak pernah di tempat kita lagi, sekarang kita bisa boyong kembali ke Tanah Air dengan skor yang meyakinkan," kata Amali saat dihubungi republika.co.id, Ahad (17/10). 

Menurutnya ini adalah kemenangan besar bagi Indonesia yang merebut langsung piala dari Cina yang biasanya merajai kejuaraan ini. Setelah sebelumnya meraih dua medali di Olimpiade Tokyo 2020 dan kali ini menjuarai Piala Thomas, Ia berharap ini menjadi era kebangkitan bagi olahraga bulu tangkis Indonesia. 

"Semoga bisa terus dipertahankan dan meraih lebih banyak prestasi lagi," kata Amali. 

Selain itu, Amali menilai prestasi yang diraih para atlet bulu tangkis menjadi indikator bahwa pembinaan yang dilakukan oleh cabang olahraga (Cabor) bulu tangkis bekerja dengan baik dan patut menjadi contoh bagi Cabor-cabor lain. Ia mengakui Cabor bulu tangkis ini menjadi salah satu Cabor unggulan di dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

"Bahkan dia (Cabor bulu tangkis) ada di urutan pertama sehingga apa yang ditunjukkan selama kompetisi terutama oleh pasangan ganda (Fajar dan Rian) yang baru muncul itu membuktikan bahwa regenerasi di bulu tangkis sangat terstruktur," kata dia. 

Menurutnya kemunculan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian juga merupakan strategi yang bagus. Pasalnya, permainan pasangan baru tersebut masih belum terbaca oleh China. Selain itu, pasangan Fajar/Rian yang tidak diunggulkan bisa bermain tanpa beban. Itu berarti, kata dia, ada harapan untuk Olimpiade Paris 2024. 

"Saya optimistis dari Cabor bulu tangkis bisa lebih berprestasi di Olimpiade," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile