Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

2 BUMN Sinergi Pengembangan Bisnis Pengolahan Limbah

Sabtu 30 Oct 2021 03:10 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Incenerator (ilustrasi). PT Adhi Karya (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman kegiatan pengembangan bisnis pada pengolahan limbah di Kawasan Industri Medan (KIM) di Jakarta, Jumat (29/10).

Incenerator (ilustrasi). PT Adhi Karya (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman kegiatan pengembangan bisnis pada pengolahan limbah di Kawasan Industri Medan (KIM) di Jakarta, Jumat (29/10).

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Fasilitas pengolahan limbah yang akan diolah berupa incenerator limbah B3.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adhi Karya (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman kegiatan pengembangan bisnis pada pengolahan limbah di Kawasan Industri Medan (KIM) di Jakarta, Jumat (29/10). Lingkup kerja sama antara Surveyor Indonesia dengan Adhi Karya antara lain dalam laboratorium pengujian limbah B3, penyusunan //feasibility study// atau Studi kelayakan bisnis, serta pelatihan dan sertifikasi

 

Direktur Utama Surveyor Indonesia M Haris Witjaksono mengatakan nota kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mendukung percepatan program //go green// dari pemerintah.

"Nota kesepahaman ini didasari upaya dalam mewujudkan pembangunan fasilitas pengelolaan limbah dan sampah di Indonesia. Seperti diketahui, pengelolaan limbah dan sampah industri merupakan salah satu rencana strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Haris saat penandatangan nota kesepahaman di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Jumat (29/10).

General Manager Departemen Infrastruktur Adhi Karya Johan Arifin mengatakan nota kesepahaman ini merupakan pengembangan bisnis yang mengacu pada PP nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. 

"Nantinya Fasilitas Pengolahan Limbah (FPL) yang akan diolah berupa Incenerator Limbah B3, IPAL Limbah B3 cair dan TPS B3," ucap Johan.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson berharap kerja sama yang akan terjalin mampu meningkatkan proses bisnis dari kedua belah pihak menjadi lebih terintegrasi.

"Adhi Karya sebagai perusahaan kontraktor sangat membuka peluang kepada Surveyor Indonesia dalam memberikan jasa laboratorium uji dan juga monitoring lingkungan dalam pelayanan yang menyeluruh khususnya dalam area kerja sama pengelolaan limbah," kata Entus.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile