Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Houthi Lancarkan Rudal ke Masjid dan Madrasah

Senin 01 Nov 2021 08:40 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Kelompok pemberontak Houthi Yaman. Pertempuran pasukan pemerintah dan Houthi meningkat tajam beberapa bulan terakhir.

Kelompok pemberontak Houthi Yaman. Pertempuran pasukan pemerintah dan Houthi meningkat tajam beberapa bulan terakhir.

Foto: AP/Hani Mohammed, File
Pertempuran pasukan pemerintah dan Houthi meningkat tajam beberapa bulan terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Serangan rudal balistik Houthi ke masjid dan madrasah di Provinsi Marib, Yaman membunuh dan menewaskan 29 orang. Dalam pernyataannya di Twitter, Kementerian Informasi Yaman mengatakan korban termasuk perempuan dan anak-anak.

 

Dalam pernyataan kantor gubernur Marib, Ahad (31/10) kemarin serangan tersebut menggunakan dua rudal balistik. Houthi belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi meningkat tajam beberapa bulan terakhir. PBB mengatakan sekitar 10 ribu orang terpaksa mengungsi karena pertempuran di Marib.

Provinsi itu merupakan benteng terakhir pemerintah yang diakui masyarakat internasional. PBB meminta koridor kemanusiaan agar bantuan dapat masuk.  

Perang dan ambruknya perekonomian serta larangan impor di daerah yang dikuasai Houthi menyebabkan Yaman mengalami krisis kemanusiaan terburuk. PBB mengatakan sekitar 16 juta orang terancam kelaparan. Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengintervensi Yaman pada Maret 2015 setelah pemberontak Houthi menggulingkan pemerintahan di Sana'a yang didukung Riyadh pada akhir 2014.

Houthi mengatakan mereka memerangi sistem korup dan agresi asing. Oktober lalu gerakan Houthi mengatakan mereka telah merebut wilayah kaya minyak Provinsi Shabwa dan Marib, klaim ini dikonfirmasi para sumber. Serangan udara diduga akan memperumit upaya perdamaian.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile