Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wapres: Banyak Negara Sudah Melandai Kemudian Naik Kembali

Selasa 02 Nov 2021 05:35 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus Yulianto

Wakil Presiden Maruf Amin.

Wakil Presiden Maruf Amin.

Foto: Dok KIP/Setwapres
Menanggulangi Covid-19 itu bukan hanya soal kesehatan, tapi soal agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan, seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi penularan Covid-19. Meskipun, kondisi kasus Covid-19 di Indonesia sudah melandai, tapi upaya pengendalian Covid-19 harus tetap dipertahankan.

 

"Alhamdulillah sekarang sudah melandai tetapi kita tidak boleh berpuas diri, tetap waspada, karena banyak di negara-negara lain yang tadinya sudah melandai terus kemudian naik kembali," ujar Wapres saat memberi sambutan di acara Dies Natalis ke-7 sekaligus peresmian Gedung Kampus 2 UNU Kalimantan Timur yang disiarkan secara daring, Selasa (2/11).

Wapres mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 beberapa negara di Eropa yang sempat melandai, mencapai 20-40 persen. Sementara, Indonesia, saat ini, termasuk negara yang masuk kategori kuning atau mendekati hijau.

Karena itu, Kiai Ma'ruf berharap, capaian ini terus dipertahankan agar situasi Covid-19 tidak melonjak kembali, dan terus membaik.

"Kita alhamdulillah termasuk yang terbaik yang di dunia dianggap sebagai sudah kuning, sudah hampir hijau, banyak yang masih merah, masih oranye, ini berkat kerja sama upaya sungguh-sungguh kita semua tapi kita (harus) tetap waspada," kata Kiai Ma'ruf.

Wapres juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat di daerah yang juga turut mengendalikan kasus Covid-19. Wapres mengingatkan, menanggulangi Covid-19 itu bukan hanya soal kesehatan tetapi soal agama.

"Karena itu penanggulangan Covid itu sesuai dengan syariah untuk menjaga diri dari bahayanya, jadi bukan sekadar program pemerintah tapi itu kewajiban agama," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile