Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Kemenkes Berencana Bangun RS Jantung di Sulsel

Selasa 02 Nov 2021 22:15 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Foto: Prayogi/Republika.
RS Jantung di Sulsel untuk mendekatkan dengan masyarakat di bagian timur.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merencanakan pembangunan Rumah Sakit Jantung, Kanker dan Stroke di Makassar Sulawesi Selatan. Hal ini guna mendekatkan layanan kesehatan khusus bagi masyarakat di bagian timur Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Makassar, Selasa (2/11), mengemukakan, Kemenkes berencana membangun rumah sakit khusus jantung, kanker dan stroke sebagai jenis penyakit yang harus segera ditangani dengan cepat. "Nah rencana kami akan bangun rumah sakit, selain RS Wahidin. Rumah sakit khusus jantung, kanker dan stroke, karena itu penyakit yang harus ditangani cepat, kasihan kalau teman-teman butuh sementara harus jauh ke Jakarta," ujarnya.

Baca Juga

Karena itu, Kemenkes juga telah meninjau sejumlah tempat di Makassar Sulawesi Selatan yang digadang-gadang akan menjadi lokasi rumah sakit jantung, kanker dan stroke tersebut. Salah satunya ialah pada area Centre Point of Indonesia (CPI).

Termasuk pula saat Budi Gunadi meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di RS Khusus Daerah Dadi Makassar milik Pemprov Sulsel.Rumah sakit ini juga disebut sebagai salah satu alternatif pembangunan RS jantung. Hanya, Budi Gunadi tidak bisa memastikan lokasi paling tepat yang mana.

"Inilah salah satu alternatif, kita sedang lihat dimana kira-kira yang paling cocok (pembangunan rumah sakit), yang mudah dijangkau," ujarnya.

Menurut Budi Gunadi, salah satu tujuan rencana pembangunan rumah sakit khusus tersebut ialah mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya di bagian Timur Indonesia. Budi menyampaikan terkesan atas sejarah RSKD Dadi Makassar sebagai RS pertama yang dibangun di Makassar, bahkan mendahului RSUP Wahidin Sudirohusodo.

"Jadi akses masyarakat terhadap sejumlah penyakit lebih dekat, tidak harus dirujuk ke Jakarta. Makanya kita harus distribusikan itu supaya orang-orang di daerah timur bisa mendapatkan layanan yang sama dengan Jakarta," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile