Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Bertambah 36 Kasus, Pemprov DKI Minta Warga Disiplin Prokes

Rabu 10 Nov 2021 12:56 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Hiru Muhammad

Petugas kesehatan melakukan tes usap polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 pada warga di Jakarta, Selasa (2/11/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi bagi laboratorium atau fasilitas kesehatan yang tidak mematuhi aturan harga tes usap PCR berupa teguran hingga pencabutan izin.

Petugas kesehatan melakukan tes usap polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 pada warga di Jakarta, Selasa (2/11/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi bagi laboratorium atau fasilitas kesehatan yang tidak mematuhi aturan harga tes usap PCR berupa teguran hingga pencabutan izin.

Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,5 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, pada Rabu (10/11) ada sekitar 17.374 spesimen PCR yang dites. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 95 hasil positif dan 17.279 negatif.

Dikatakan dia, di waktu yang sama ada penambahan sekitar 36 kasus Covid-19 di Jakarta, sehingga menambah kasus aktif di DKI menjadi 806 orang. Oleh sebab itu, pihak dia meminta masyarakat tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. 

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, tes PCR Jakarta selalu melampaui target dan standar WHO setiap pekannya. "Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam sepekan terakhir ada 119.133 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 665.740 per sejuta penduduk," kata Dwi dalam keterangannya, Rabu (10/11).

Dia mengingatkan, dengan adanya penambahan kasus tadi, hingga kini secara total kasus di Jakarta sebanyak 862.465 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 848.093 dengan tingkat kesembuhan 98,3 persen, dan total 13.566 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen. 

Dijelaskannya untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,5 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12,2 persen. Khusus vaksinasi di DKI, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini di DKI sebanyak 10.979.590 orang (122,8 persen), dengan proporsi 67 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 33 persen warga KTP non-DKI. Jumlah yang divaksin dosis 1 hingga Rabu (10/11) sebanyak 9.132 orang.

Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 8.604.578 orang (96,2 persen), dengan proporsi 70 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 30 persen warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 22.152 orang. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile