Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Mari Nikmati Aksi Terakhir The Doctor VR46

Sabtu 13 Nov 2021 06:15 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Valentino Rossi memutuskan mundur dari MotoGP pada akhir musim ini.

Valentino Rossi memutuskan mundur dari MotoGP pada akhir musim ini.

Foto: DOK REPUBLIKA
Besok, Ahad (14/11) akan jadi balapan terakhir Rossi di dunia balap motor MotoGP.

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah 370 kali berada di grid, 199 kali mengakhiri balapan di podium, 89 kemenangan, dan tujuh titel juara dunia kelas premier, Valentino Rossi akan mengakhiri karier balapnya di pentas MotoGP. Selama 21 tahun terakhir, pembalap berjuluk The Doctor itu mewarnai sengitnya persaingan di ajang balap motor paling bergengsi sejagat tersebut. Rossi menghabiskan nyaris dari separuh usianya di arena balap motor. Mengaspal bersama Aprilia di kelas 125 cc saat baru menginjak usia 17 tahun pada 1996, Rossi hanya butuh semusim untuk meraih gelar juara dunia kelas 125 cc. 

Performa serupa ditunjukan Rossi di kelas 250 cc. Bertepatan dengan bergantinya milenium, Honda memutuskan mengakuisi tim Nastro Azzurro dari Aprilia. Akuisisi ini pun lengkap dengan Rossi sebagai rider utama di tim tersebut. Dari sini, magis Rossi di arena kelas premier dimulai. 

Baca Juga

Kemenangan perdananya di kelas premier didapat Rossi di GP Inggris, yang digelar di Sirkuit Donington, pada seri kesembilan MotoGP musim 2000. Sejak saat itu, Rossi kecanduan untuk bisa terus meraih kemenangan dan menjejakan kakinya sebagai pebalap papan atas. 

Persaingan dan rivalitasnya dengan pembalap-pembalap lain, seperti Loris Capirossi, Sete Gibernau, dan Max Biaggi, menjadi salah satu daya tarik balapan MotoGP di era 90an akhir. Rossi terbukti mampu bertahan. Pun saat munculnya generasi pebalap-pebalap yang lebih muda, mulai dari Casey Stoner, Jorge Lorenzo, hingga Marc Marquez, mencoba menggoyang singgasana Rossi. 

Pembalap asal Tavullia, Urbino, Italia, itu tidak gentar dan terbukti masih bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP. Kendati begitu, sehebat apapun manusia, dia akan tetap terbatas dengan waktu, tidak terkecuali buat Rossi. Pada usia menginjak usia 42 tahun, Rossi telah memutuskan untuk mengakhiri kariernya di MotoGP. 

Terlebih, setelah finish ketiga di klasemen akhir pebalap MotoGP musim 2018, Rossi tidak mampu lagi bersaing di papan atas klasemen pembalap. Kepindahannya ke tim Petronas Yamaha SRT pada awal musim ini juga tidak menjadi solusi untuk kembali membawa Rossi secara langsung bersaing dalam perebutan gelar juara. 

Pembalap-pembalap generasi teranyar, yang diwakili Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, Joan Mir, Jack Miller, mulai mengambil alih panggung utama gelaran MotoGP. Tirai karier panjang Rossi pun akan resmi ditutup di seri terakhir MotoGP musim ini, tepatnya di GP Valencia, yang bakal digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, akhir pekan ini. 

Sayangnya, Rossi tidak bisa memilih sirkuit yang bakal menjadi lokasi balap terakhirnya sebagai ridet MotoGP. Rekam jejak penampilan Rossi di sirkuit dengan jarak sejauh empat kilometer ini tidak terlalu memuaskan. 

Di sepanjang kariernya di kelas premier, The Doctor hanya berhasil dua kali meraih kemenangan di GP Valencia, tepatnya pada 2003 dan 2004. Belum lagi dengan kegagalan Rossi merengkuh dua kali titel juara dunia MotoGP lantaran kehilangan poin di sirkuit ini. Rossi memang mengawali GP Valencia dengan catatan buruk. 

Di tengah-tengah kondisi trek yang basah akibat hujan, Rossi finish di posisi paling buncit di sesi free practice kedua, Jumat (13/11) waktu setempat. The Doctor tertinggal 1,3 detik dari pebalap Ducati, Jack Miller, yang finish sebagai pebalap tercepat di sesi tersebut. Rossi hanya berharap, kondisi cuaca akan jauh lebih baik pada sesi kualifikasi, yang bakal digelar Sabtu (14/11) malam WIB. Begitu pula saat Rossi bersiap melakoni sesi balapan terakhir di MotoGP pada Ahad (15/11) malam WIB. 

Melihat Rossi finish di podium pada sesi balapan GP Valencia tentu bakal menjadi penutup karier yang ideal buat salah satu legenda MotoGP tersebut. Rencana untuk para pebalap memberikan jalan kepada Rossi pada lap terakhir sesi balapan sempat mengemuka. 

Dengan begitu, Rossi akan melenggang ke podium pada akhir balapan. Keberhasilan naik podium di GP Valencia akan menggenapi catatan kemenangan Rossi naik podium di kelas premier menjadi 200 kali. Namun, Rossi agaknya tidak sepakat dengan rencana tersebut. 

Kemenangan di atas trek harus diraih, bukan diberikan. Rossi tentunya jauh lebih paham soal mentalitas ini. Mentalitas yang mengantarkannya menjadi salah satu pembalap terbesar di sepanjang sejarah MotoGP. 

''Saya rasa tidak mungkin, Saya tentu senang apabila bisa meraih catatan 200 kali podium. Saya mungkin bisa mentraktir mereka apabila mereka melakukan hal itu. Namun, saya rasa, itu tidak akan terjadi,'' kata Rossi seperti dikutip Crash, Sabtu (13/11). 

Terlepas dari apapun hasil balapan yang akan dicatatkan Rossi di GP Valencia, hal itu tidak akan mengubah catatan tinta emas dan kontribusi Rossi buat MotoGP. Dengan kemampuannya yang mampu finish di posisi terdepan setelah mengawali balapan dari posisi yang tidak menguntungkan, Rossi akan tetap dianggap sebagai salah satu pembalap yang mengangkat pamor dan popularitas MotoGP setidaknya dalam dua dekade terakhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile