Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kematian Covid-19 di Malaysia Didominasi Komorbid

Senin 15 Nov 2021 19:54 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Sebagian besar pasien Covid-19 meninggal di Malaysia karena diabetes dan hipertensi.

Sebagian besar pasien Covid-19 meninggal di Malaysia karena diabetes dan hipertensi.

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Sebagian besar pasien Covid-19 meninggal di Malaysia karena diabetes dan hipertensi.

REPUBLIKA.CO.ID, PETALING JAYA -- Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan sebagian besar orang yang meninggal akibat Covid-19 di Malaysia, menderita diabetes dan hipertensi. Berdasarkan data pada 28 Oktober, sebanyak 37,3 persen kematian akibat Covid-19 tahun ini memiliki latar belakang diabetes, sekitar empat dari 10 kematian.

Wakil direktur divisi pengendalian penyakit kementerian (bagian penyakit tidak menular) Feisul Idzwan Mustapha menjelaskan jumlah itu lebih kecil daripada tahun lalu, ketika 38,8 persen kematian melibatkan penderita diabetes.

Baca Juga

Secara global, Mustapha mengatakan semua orang tahu bahwa pasien yang hidup dengan penyakit tidak menular berisiko lebih tinggi terkena infeksi yang lebih serius dan kematian akibat Covid-19. "Ini terutama untuk orang yang hidup dengan diabetes, terutama jika kondisi mereka tidak terkontrol dengan baik," kata Feisul dilansir The Straits Times, Senin (15/11).

Feisul menambahkan bahwa ketika seorang pasien diabetes terinfeksi Covid-19, ada potensi efek yang lebih parah, termasuk peradangan. Dilaporkan bahwa hampir satu dari lima orang dewasa, atau diperkirakan 3,9 juta orang, hidup dengan diabetes di Malaysia.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan data itu mengkhawatirkan bahwa sekitar setengah dari pasien diabetes tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini. Bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November, wakil presiden Diabetes Malaysia Jong Koi Chong mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining secara teratur dan mengenali bahaya diabetes.

"Prevalensi diabetes di antara individu yang lebih muda berusia antara 18 dan 40 tahun telah berlipat ganda selama 15 tahun terakhir,” ujar Jong.

Meningkatnya jumlah penderita diabetes berarti beban yang lebih berat dari penyakit dan komplikasinya, seperti jantung, strok, kebutaan, penyakit ginjal kronis, dan amputasi tungkai bawah. Presiden Asosiasi Medis Malaysia Koh Kar Chai mengatakan ada peningkatan diabetes pada kelompok usia yang lebih muda, terutama karena obesitas pada masa kanak-kanak.

Sebagai negara yang terkenal memiliki tingkat obesitas yang sangat tinggi, Koh mengimbau warga Malaysia harus lebih sering menjalani pemeriksaan, seperti saat pemeriksaan kesehatan tahunan. "Secara umum, orang dewasa biasanya diskrining tetapi kita harus mengadopsi praktik skrining anak-anak muda yang obesitas juga," kata Koh.

Adapun hipertensi, itu adalah salah satu penyakit tidak menular utama di Malaysia. Hipertensi memengaruhi tiga dari 10 orang dewasa di negara itu. Menurut Survei Kesehatan dan Morbiditas Nasional 2019 jumlahnya diperkirakan sebanyak 6,4 juta orang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile