Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

5 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Covid-19 dan Mandat Menuju Jalan Perubahan

Senin 15 Nov 2021 00:50 WIB

Red: Agus Yulianto

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin usai acara Global COVID-19 Summit secara virtual, Rabu (22/9). Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Global Covid-19 Summit di sela-sela acara United Nation General Assembly atas undangan pribadi dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Jokowi memberikan tiga masukan untuk negara lain dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin usai acara Global COVID-19 Summit secara virtual, Rabu (22/9). Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Global Covid-19 Summit di sela-sela acara United Nation General Assembly atas undangan pribadi dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Jokowi memberikan tiga masukan untuk negara lain dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Foto: sehatnegeriku.kemkes.go.id
Potensi terbesar penularan Covid-19 bersumber pada aktivitas masif masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, Pandemi Covid-19 telah mengantarkan bangsa Indonesia pada sebuah persimpangan. Memilih bertahan dengan kebiasaan lama atau melangkahkan kaki untuk menempuh jalan perubahan?. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, situasi itu sebagai "status quo". Situasi itu menguji sistem kesehatan dunia saat diguncang oleh SARS-CoV-2 pemicu pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun di Tanah Air.

"Masih segar dalam ingatan, rumah sakit yang penuh dengan pasien, suara sirine ambulans yang terus menerus berbunyi. Susahnya mencari kamar perawatan atau obat bagi orang yang kita kasihi, bahkan tidak sedikit masyarakat, petugas, dan tenaga kesehatan yang gugur karena Covid-19," katanya saat berpidato di Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57/2021 di Jakarta, Jumat (12/11).

Menkes mengatakan, bertahan pada titik persimpangan justru membawa bangsa pada berbagai masalah kesehatan yang tak kunjung reda. Tekanan Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan membuat fokus kegawatdaruratan penyakit lain cenderung terabaikan.

Hingga 30 Oktober 2021, Kemenkes melaporkan penderita diabetes menempati peringkat tertinggi kematian pasien sebanyak 560 orang, hipertensi 543 orang, pneumonia 345 orang, jantung 284 orang, ginjal 121 orang, penyakit pernapasan 26 orang, dan ibu hamil 11 orang.

Pengalaman pahit di hilir sistem kesehatan Indonesia adalah alarm peringatan dari terbatasnya kemampuan pengendalian di sektor hulu dalam upaya pencegahan, deteksi dan respons dini pada potensi krisis kesehatan. Pada situasi itu, Indonesia terus melakukan perbaikan agar pandemi Covid-19 terkendali. 

 

photo
Staf medis merawat pasien Covid-19 di unit ICU (Ilustrasi) - (AP/Andreea Alexandru)
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile