Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Asam Palmitat di Minyak Sawit Dorong Penyebaran Kanker

Kamis 18 Nov 2021 08:21 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi pekerja mengemas minyak goreng di Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit.

Ilustrasi pekerja mengemas minyak goreng di Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit.

Foto: ANTARA FOTO
Minyak sawit telah lama diduga ikut terlibat dalam perkembangan sejumlah penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecurigaan yang sebelumnya beredar tentang minyak sawit kini seolah terkonfirmasi. Para peneliti dari Institute for Research in Biomedizine (IRB) di Barcelona, Spanyol, menemukan bahwa molekul lemak yang terkandung dalam minyak sawit, yakni asam palmitat, dapat mengubah genom sel kanker dan meningkatkan kemungkinan penyebarannya.

 

Peneliti dari Spanyol menemukan bukti bahwa asam palmitat yang ditemukan dalam minyak sawit mengubah gen pada sel kanker. Zat ini meningkatkan kemungkinan terjadinya metastasis.

Baca Juga

 

Metastasis kanker hingga saat ini masih menjadi penyebab utama kematian pada pasien kanker. Sebagian besar pasien kanker metastasis memang dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan. Diperkirakan bahwa metastasis bertanggung jawab atas 90 persen dari semua kematian akibat kanker, atau sekitar 9 juta kematian per tahun di seluruh dunia.

Menurut hasil penelitian yang baru diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature, uji asam palmitat minyak sawit pada tikus meningkatkan metastasis pada kanker mulut dan kanker kulit melanoma. Asam lemak lain seperti asam oleat (yang berlimpah dalam minyak zaitun) dan asam linoleat (dalam biji rami) tidak memiliki efek yang sama.

Penanda memori yang bisa mengubah sel

Para penulis penelitian tersebut juga mengidentifikasi beberapa penanda "memori" yang tersisa di sel tumor. Penanda ini memodifikasi sel sehingga dapat mempertahankan kemampuan lebih besar untuk bermetastasis beberapa bulan setelah terpapar asam palmitat.

Namun, tidak hanya asam palmitat yang terkandung dalam minyak kelapa sawit yang tampaknya mendorong penyebaran kanker. Tahun 2016, para peneliti dari Barcelona telah menemukan bahwa sel tumor yang bermetastasis juga dilengkapi dengan reseptor yang peka terhadap lemak. 

Protein CD36 memasok sel-sel kanker dengan makanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup jauh dari tumor yang sebenarnya. Efek CD36 ini telah dibuktikan pada kanker ovarium, kandung kemih dan paru-paru.

sumber : DW
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile