Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bill Gates Prediksi Angka Kematian Covid Turun Tahun Depan

Kamis 18 Nov 2021 17:47 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Bill Gates memprediksi angka kematian Covid-19 akan turun dramatis tahun depan. Ilustrasi.

Bill Gates memprediksi angka kematian Covid-19 akan turun dramatis tahun depan. Ilustrasi.

Foto: Republika/Prayogi
Bill Gates memprediksi angka kematian Covid-19 akan turun dramatis tahun depan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pendiri perusahaan Microsoft Bill Gates memprediksi tingkat kematian akibat Covid-19 akan turun tahun depan. Angkanya kemungkinan bisa lebih rendah dari flu musiman pada musim panas 2022.

Gates, yang kini lebih aktif di bidang filantropis, mengutip tiga faktor utama yang dapat menekan angka kematian akibat Covid-19. Mereka adalah kekebalan alami, vaksin, dan perawatan oral. Menurutnya, ketiga hal itu dapat meningkatkan kekebalan dengan cara yang tidak pernah dilakukan antibodi.

Baca Juga

Merujuk pada hal-hal tadi, Gates mengatakan angka kematian atau pasien kritis akibat Covid-19 seharusnya turun cukup dramatis. “Anda tahu, pada musim panas mendatang, menjadi, katakanlah, sedikit lebih rendah dari rata-rata tingkat flu musiman, dengan asumsi tidak ada varian yang mengejutkan,” ujarnya saat berbicara di Bloomberg News Economy Forum pada Kamis (18/11).

Perihal kemungkinan kemunculan varian baru Covid-19, Gates berpendapat potensi hal tersebut cukup kecil. Hal itu mengingat peluncuran dan distribusi vaksin serta pengembangan obat-obatan oral. "Vaksin adalah kabar baik. Kendala pasokan sebagian besar akan teratasi saat kita keluar pada pertengahan tahun depan dan juga akan dibatasi oleh logistik serta permintaan,” ucapnya.

Terkait peredaran vaksin, Gates mengakui Afrika yang paling menghadapi tantangan perihal akses dosis. Namun dia yakin komunitas internasional akan menempuh upaya-upaya mengatasi hal tersebut.

Saat ini negara-negara di beberapa bagian dunia masih menghadapi gelombang baru Covid-19 yang dipicu varian Delta. Sejauh ini dunia sudah melaporkan 255 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal melampaui lima juta jiwa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile