Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

5 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kemenko PMK: Euforia Penurunan Level PPKM Perlu Dijaga

Jumat 19 Nov 2021 19:02 WIB

Red: Nidia Zuraya

Covid 19 (ilustrasi)

Covid 19 (ilustrasi)

Foto: Max Pixel
Pengendalian Covid saat Nataru penentu keberhasilan RI dalam transisi menuju endemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto mengatakan euforia masyarakat di daerah dengan levelpemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menurun perlu dijaga. Masyarakat dikhawatirkan akan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan setelah level PPKM dan penyebaran Covid-19 di daerah mereka menurun, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.

"Kita harus menjaga euforia masyarakat di level saat ini agar tetap terkontrol prokesnya," kata Agus di Jakarta, Jumat (19/11).

Baca Juga

Pengendalian Covid-19 saat Natal dan tahun baru pun menjadi penentu keberhasilan Indonesia dalam transisi menuju endemi. Menurutnya pemerintah harus memastikan kasus positif Covid-19 pada kedua perayaan tersebut tetap rendah. Apalagi pada 2022, Indonesia akan melaksanakan Presidensi G20 di Bali. 

Sekitar 26 kegiatan bertaraf internasional akan diselenggarakan yang diharapkan tidak sampai terganggu oleh Covid-19."Presidensi G20 pada 2022 menjadi tantangan besar bagi kita, termasuk bagaimana di Nataru tidak terjadi lonjakan kasus dan sebagainya," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada saat Natal dan tahun baru dan Presidensi G20 di Bali, pemerintah akan melakukan inovasi dengan penerapan ilmu yang tidak hanya datang dari sektor kesehatan. Menggunakan pola kebijakan di luar rutinitas pun menjadi kunci bagaimana mengeluarkan Indonesia dari pandemi serta menyelamatkan perekonomian nasional.

"Kita juga harus disiplin dalam menerapkan PPKM sesuai level. Dan ini membutuhkan proses edukasi dan komunikasi yang baik untuk masyarakat," ucapnya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile