Selasa 23 Nov 2021 08:25 WIB

Dubai Buka Masjid Sheikha Fatima di Hatta

Masjid Sheikha Fatima mampu menampung lebih dari 530 jamaah.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Dubai Buka Masjid Sheikha Fatima di Hatta. Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai (IACAD) pada Senin (22/11) mengumumkan pembukaan Masjid Sheikha Fatima binti Mohammed di Hatta, Dubai, Uni Emirat Arab.
Foto: Guld News
Dubai Buka Masjid Sheikha Fatima di Hatta. Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai (IACAD) pada Senin (22/11) mengumumkan pembukaan Masjid Sheikha Fatima binti Mohammed di Hatta, Dubai, Uni Emirat Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal di Dubai (IACAD) pada Senin (22/11) mengumumkan pembukaan Masjid Sheikha Fatima binti Mohammed di Hatta. Pembangunan masjid atas biaya Sheikha Fatima binti Mohammed bin Ahmed bin Suleiman.

Direktur Pusat Allisaili Muhammad Suhail Al Muhairi menghadiri upacara pembukaan. Dalam pidatonya, Al Muhairi menyoroti keinginan IACAD untuk mengawasi masjid-masjid di Dubai dan menjelaskan keutamaan membangun masjid dalam Islam. Abdul Rahman Munir Raja membacakan ayat suci Alquran usai pidato pembukaan tersebut.

Baca Juga

Masjid Sheikha Fatima binti Mohammed dibangun dengan gaya lokal dan dipercantik dengan kubah beton di tengah atap masjid. Di dalamnhya terdapat ruang sholat, wudhu, toilet, tempat parkir, dan ruang untuk imam. 

Masjid Sheikha Fatima binti Mohammed akan mampu menampung lebih dari 530 jamaah, 474 orang di aula laki-laki dan 58 orang di aula perempuan. IACAD mengelola dan mengawasi masjid untuk meningkatkan perannya dalam kehidupan individu dan masyarakat melalui implementasi rencana strategis di bidang konstruksi dan arsitektur bekerja sama dengan otoritas lain.

 

https://gulfnews.com/uae/dubai-opens-sheikha-fatima-bint-mohammed-mosque-in-hatta-region-1.83878177

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement