Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dokter: Jangan Lengah, Covid-19 Negara Tetangga Masih Tinggi

Selasa 23 Nov 2021 14:13 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Covid 19 (ilustrasi). Kasus covid-19 di Indonesia sudah landai tetapi negara tetangga masih tinggi.

Covid 19 (ilustrasi). Kasus covid-19 di Indonesia sudah landai tetapi negara tetangga masih tinggi.

Foto: Max Pixel
Kasus di Singapura dan Malaysia masih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis paru dan pernapasan dr Indra Yovi mengingatkan agar masyarakat tidak lengah di saat landainya kasus COVID-19 di Indonesia. Sebab, pandemi belum berakhir dan kasusnya di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masih tinggi.

"Pandemi belum berakhir. Permasalahan utamanya negara-negara tetangga kita masih banyak, Singapura dua ribu sampai tiga ribu kasus per hari, Malaysia 4 ribu sampai 5 ribu kasus per hari," kata Indra dalam diskusi daring tentang PPKM Level 3 Libur Natal dan Tahun Baru yang dipantau di Jakarta, Selasa (23/11).

Baca Juga

Dia mengingatkan bahwa di negara tetangga seperti Singapura bahkan persentase keterisian ruang ICU untuk pasien COVID-19 berkisar di atas 50 persen dan tertinggi pernah mencapai 68 persen. Indra berpendapat bahwa pengetatan kebijakan pergerakan masyarakat mulai diberlakukan guna mencegah terjadinya lonjakan kasus, khususnya pada periode libur Natal dan Tahun Baru di mana mobilitas masyarakat akan meningkat.

"Ini memang menjadi dasar juga kenapa kita harus memberikan kebijakan-kebijakan yang berbeda dibandingkan kondisi sekarang dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru," katanya.

Indra juga mengakui bahwa kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini adalah yang paling nyaman untuk beraktivitas. Hal ini dilihat dari jumlah akumulasi kasus positif yang cenderung menurun, stagnan, dan rendah sekali.

Selain itu okupansi rumah sakit di bawah 5 persen, dan juga angka kematian yang rendah. Indra yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Riau mengungkapkan saat ini jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit sangat rendah bahkan hampir tidak ada, saking landainya kasus.

"Saya pribadi melihat sebulan terakhir terutama di Provinsi Riau, itu kasus pasien yang dirawat cenderung sangat-sangat rendah. Seperti di rumah sakit tempat saya bekerja itu jumlahnya nol, tidak ada pasien yang kami rawat," katanya.

 
 

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile