Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pimpinan DPRD Kota Bogor Panen Raya Bersama Warga

Jumat 26 Nov 2021 06:21 WIB

Red: Hiru Muhammad

Pemandangan langka terjadi saat Pimpinan DPRD Kota Bogor melakukan panen raya padi bersama Kelompok Tani Subur Makmur Rabu (17/11). Panen padi menjadi hal yang menarik karena semakin sempitnya luasan lahan sawah di Kota Bogor.  Hadir dalam panen raya di lahan sawah yang berada di Saung Sadulur JM, Sindangsari Bogor Timur ini antara lain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Pemandangan langka terjadi saat Pimpinan DPRD Kota Bogor melakukan panen raya padi bersama Kelompok Tani Subur Makmur Rabu (17/11). Panen padi menjadi hal yang menarik karena semakin sempitnya luasan lahan sawah di Kota Bogor. Hadir dalam panen raya di lahan sawah yang berada di Saung Sadulur JM, Sindangsari Bogor Timur ini antara lain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Foto: istimewa
Upaya menjadikan lahan di perkotaan menjadi sawah pertanian menuai apresiasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Pemandangan langka terjadi saat Pimpinan DPRD Kota Bogor melakukan panen raya padi bersama Kelompok Tani Subur Makmur Rabu (17/11). Panen padi menjadi hal yang menarik karena semakin sempitnya luasan lahan sawah di Kota Bogor.

 

Hadir dalam panen raya di lahan sawah yang berada di Saung Sadulur JM, Sindangsari Bogor Timur ini antara lain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Baca Juga

Hadir pula Anggota DPRD Fraksi Gerindra Said Mohan, Mahpudi Ismail dan Azis Muslim, Kepala Dinas Ketahanan Pertanian Pangandan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas Rasmana, Camat Bogor Timur Rena Da Frina, Lurah Sindang Rasa Dede Sugandi hingga Lurah Curug Kecamatan Bogor Barat Irwansyah.

Dalam acara panen raya, Atang mengapresiasi langkah JM dalan memanfaatkan lahan perkotaan untuk dijadikan sawah dan pertanian."Jadi ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dan sebagai contoh bahwa upaya untuk menghadirkan ketahanan pangan ini masih ada di Kota Bogor," ujar Atang.

Kehadiran Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Bogor, diharapkan oleh Atang mampu menjaga jumlah luasan sawah di Kota Bogor. Sebab, sejak 2009 hingga saat ini, lahan pertanian dan persawahan di Kota Bogor sudah berkurang sebanyak 850 hektare.

"Kita bisa mempertahankan sekian puluh hektare dari LP2B yang diatur oleh Perda jika kita serius menggarapnya dan ada insentif bagi pemiliklahan. Dinas Pertanian Pangan, bisa menggulirkan program pertanian organik yang memang memiliki nilai tambah yang lebih bagus dibanding pertanian biasa. Baik dalam konteks tanaman pangan, sayuran, atau holtikultura. Sehingga dengan demikian nilai manfaat dari lahan itu akan terasa bagi pemilik lahan," jelas Atang.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, bahwa panen raya ini memang bagian dari rutinitas kelompok tani Subur Makmur setiap empat bulan.

Kegiatan ini pun dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, yang masih memberikan nikmat rezeki berupa hasil panen yang melimpah."Jadi ini sebagai rasa syukur kita setiap panen raya dan kedua momentum ini kita manfaat silaturahmi juga dengan teman-teman di DPRD dan juga aparat serta warga sekitar," kata Jenal Mutaqin.

Politisi Gerindra yang akrab disapa kang JM ini menambahkan, panen padi kali ini didapat dari lahan sawah seluas 7000 meter, namun untuk hasilnya belum terlihat karena masih proses panen.

Tetapi pada panen sebelumnya, hampir mencapai 12 ton gabah dari lahan seluas 18 ribu meter. "Kalau untuk total lahan ada 2 hektare lebih ya, tapi untuk yang sekarang seluas 7000 meter itu kita belum kelihatan hasilnya berapa. Kalau dilihat dari hasil jenis benih dan jumlah hama, Mudah-mudahan bisa lebih meningkat hasilnya," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile