Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menlu Turki dan Ethiopia Bahas Konflik Tigray

Sabtu 27 Nov 2021 08:50 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya

Tentara pemerintah Ethiopia naik di belakang truk di jalan dekat Agula, utara Mekele, di wilayah Tigray di Ethiopia utara pada Sabtu, 8 Mei 2021. Perdana Menteri Abiy Ahmed telah pergi ke medan perang untuk memimpin pasukan militer negaranya , pemerintahnya mengumumkan Rabu, 24 November 2021.

Tentara pemerintah Ethiopia naik di belakang truk di jalan dekat Agula, utara Mekele, di wilayah Tigray di Ethiopia utara pada Sabtu, 8 Mei 2021. Perdana Menteri Abiy Ahmed telah pergi ke medan perang untuk memimpin pasukan militer negaranya , pemerintahnya mengumumkan Rabu, 24 November 2021.

Foto: AP/Ben Curtis
Pemerintah Turki mendesak warganya untuk meninggalkan Ethiopia.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki dan Menlu Ethiopia dilaporkan telah melakukan dialog melalui telepon membahas soal situasi terbaru di Ethiopia, Jumat (26/11) waktu setempat. Mevlut Cavusoglu dan Demeke Mekonnen turut membahas konflik di Tigray.

 

"Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada Demeke Mekonnen bahwa Turki siap memberikan dukungan untuk mengakhiri konflik di Ethiopia dan menyelesaikan masalah melalui dialog,"  ujar sumber diplomatik Turki yang tidak bersedia disebutkan namanya, seperti dilansir laman Anadolu Agency, Sabtu (27/11).

Baca Juga

Pemerintah Ethiopia mengatakan bahwa Perdana Menteri Abiy Ahmed telah maju ke medan tempur untuk memimpin bangsa melawan kelompok pemberontak. Dia menyerahkan tugas hariannya kepada Demeke, yang juga wakil perdana menteri.

Awal pekan ini, Kedutaan Besar Turki di ibukota Addis Ababa mendesak warga Turki di Ethiopia untuk meninggalkan negara itu. Hal ini diperingatkan karena meningkatnya bentrokan antara pasukan tentara dan anggota Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Pada 2 November, pemerintah Ethiopia mengumumkan keadaan darurat di negara itu karena serangan TPLF yang bergerak ke selatan. Pertempuran di Ethiopia utara telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Konflik membuat sekitar 2,5 juta orang mengungsi, dan menyebabkan lebih dari 5 juta orang di wilayah tersebut membutuhkan bantuan mendesak.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile