Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

RS di Amerika Salah Beri Dosis Vaksin Covid-19 ke Anak

Sabtu 27 Nov 2021 22:37 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah

RS di Amerika Salah Beri Dosis Vaksin Covid-19 ke Anak

RS di Amerika Salah Beri Dosis Vaksin Covid-19 ke Anak

Foto: AP/Mary Altaffer
Kesalahan pemberian dosis vaksin Covid-19 bukan yang pertama kali terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, IOWA -- Sebuah rumah sakit di negara bagian Iowa, Amerika Serikat mengaku memberikan dosis vaksin Covid-19 yang salah kepada lebih dari 100 orang anak. Kasus ini menjadi pelajaran agar rumah sakit dimana saja dapat lebih berhati-hati dan teliti sebelum melakukan penyuntikan.

Jaringan rumah sakit asal Amerika, MercyOne, mengatakan sebanyak 20 mikrogram vaksin Pfizer diberikan kepada anak-anak berusia di bawah 12 tahun pada acara vaksinasi massal baru-baru ini. Padahal, anak-anak di usia itu seharusnya masing-masing menerima dosis 10 mikrogram pada acara di Urbandale, sekitar 13 mil barat laut Des Moines. 

Baca Juga

"Kami menerapkan prosedur untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi lagi," kata rumah sakit itu dalam sebuah pernyataan resmi dikutip dari NY Daily News, Sabtu (27/11).

Dosis yang tidak sesuai takaran ini dapat menyebabkan anak-anak mengalami efek samping yang lebih besar, seperti lengan yang sakit, demam ringan, kelelahan, dan sakit kepala. Walau demikian, dosis yang diberikan masih lebih rendah dari dosis 30 mikrogram untuk orang dewasa.

“MercyOne sangat percaya pada keamanan dan kemanjuran semua vaksin Covid-19 yang tersedia untuk kelompok usia yang memenuhi syarat," lanjut pernyataan resmi itu.

Ini bukan pertama kalinya kasus dosis vaksin Covid-19 yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan telah diberikan di rumah sakit di Iowa. Seorang perawat pernah dipecat karena memberi hampir 80 narapidana di penjara Fort Madison enam kali dosis yang direkomendasikan dari suntikan Pfizer pada April.

Akibat dosis berlebih itu timbul kasus efek samping. Namun, tidak ada narapidana yang memerlukan rawat inap menurut seorang perwakilan rumah sakit di Iowa pada saat itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile