Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Muncul Varian Omicron, Menkes: Jangan Terlalu Panik

Ahad 28 Nov 2021 15:37 WIB

Red: Bayu Hermawan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Foto: Antara/Galih Pradipta
Menkes mengatakan 128 kasus varian Omicron muncul di sembilan negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan sebanyak 128 kasus varian baru Covid-19 jenis Omicron (B 11529) dipastikan muncul di sembilan negara. Menkes mengimbau semua pihak tidak perlu panik terhadap munculnya varian Omicron.

"Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan selalu berbasis data. Jadi kita lihat kasus konfirmasi positif itu (Omicron) di sembilan negara, 128 kasus," kata Budi Gunadi Sadikin saat menggelar konferensi pers virtual melalui aplikasi Zoom yang diikuti dari Jakarta, Ahad (28/11) malam.

Baca Juga

Budi mengatakan kasus Omicron diduga juga muncul di empat negara lain yang saat ini masih dalam penelitian yang melibatkan pakar virologi. "Masih mungkin ada empat negara lainnya. Total ada 13 negara, sembilan sudah pasti ada, empat negara masih kemungkinan ada," katanya.

Budi mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak perlu panik terhadap kabar kemunculan Omicron. "Jadi jangan terlalu panik terburu-buru dan mengambil kebijakan yang tidak berbasis data," katanya.

Negara yang dimaksud di antaranya Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Australia, Italia, Israel, Belgia, Republik Ceko, Belanda, Jerman, Denmark dan Austria. "Negara paling banyak (mendeteksi Omicron) itu di Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong dan Australia," katanya.

Budi mengatakan sejumlah negara yang paling berisiko mengantar importasi kasus Omicron ke Indonesia di antaranya Hongkong, Italia, Inggris dan Afrika Selatan sebab paling banyak memiliki jadwal penerbangan menuju Indonesia.

"Untuk negara-negara yang kemungkinan ada (kasus terkonfirmasi Omicron) paling besar dari Belanda, Jerman," katanya.

Ia mengatakan kemampuan jaringan laboratorium di dunia sudah mampu untuk melihat penyebaran varian baru di dunia sehingga dapat mengidentifikasi serta merespons kebijakan dengan cepat. Kebijakan pengetatan bagi pelaku perjalanan internasional juga dilakukan Indonesia pada daerah yang berbatasan dengan pelabuhan, bandar udara dan jalur darat.

"Karena pengalaman kita di Delta justru masuknya dari laut, kita jaga di sana. Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan, udara, laut dan darat bekerja dengan keras," katanya.

Khusus bagi pelaku perjalanan internasional yang terkonfirmasi positif Covid-19, kata Budi, harus dilakukan tes whole genome sequencing (WGS). "Sehingga kita tahu apakah ada varian baru atau tidak," katanya.

Budi memastikan hingga saat ini varian baru Omicron belum muncul di Indonesia, namun seluruh pihak terkait telah diarahkan untuk mengamati secara optimal varian Omicron.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile