Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Waktu yang Tepat untuk Jalani Program Bayi Tabung

Ahad 28 Nov 2021 22:17 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi kaki bayi. Dokter spesialis ginekologi dan onkologi ungkap waktu yang tepat memulai bayi tabung.

Ilustrasi kaki bayi. Dokter spesialis ginekologi dan onkologi ungkap waktu yang tepat memulai bayi tabung.

Foto: Pixabay
Dokter spesialis ginekologi dan onkologi ungkap waktu yang tepat memulai bayi tabung

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dokter spesialis ginekologi dan onkologi Budi Santoso mengungkapkan waktu yang tepat untuk mulai memeriksakan kesuburan yang kemungkinan dilanjutkan untuk menjalani program bayi tabung. Menurutnya, ketika pasangan suami istri telah menjalankan hubungan seksual secara normal yakni dua sampai tiga kali dalam sepekan tapi setelah usia pernikahan satu tahun tidak kunjung mendapatkan keturunan sebaiknya segera memeriksakan diri.

"Kalau satu tahun belum hamil, perlu dilakukan eksplorasi apa penyebabnya untuk dicari tahu faktor penyebabnya ada di suami atau istrinya. Hingga nantinya diketahui perlu atau tidaknya menjalankan program bayi tabung," ujarnya di Surabaya, Ahad (28/11).

Baca Juga

Setelah nantinya dipastikan harus menjalani program bayi tabung, beberapa persiapan harus dijalani pasangan suami istri tersebut. Mulai persiapan fisik, cek laboratorium, hingga psikologis. Persiapan psikologis menurutnya menjadi faktor paling penting untuk kesuksesan program bayi tabung yang dijalani.

Pasangan suami istri tersebut harus saling mendukung dan tidak menyalahkan satu sama lain agar tidak timbul stres. "Saling mendukung, tidak saling menyalahkan, itu malah justru banyak yang berhasil. Istri waktunya periksa suami yang antar, supaya tidak stres," ujarnya.

President Director Morula IVF Indonesia Ivam Rizal Sini menjelaskan masyarakat Indonesia beberapa tahun terakhir mulai memahami program bayi tabung menjadi solusi terbaik untuk permasalahan fertilitas. Hal ini dibuktikan dengan terus berkembangnya program bayi tabung secara pesat.

Berdasarkan data Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri), total siklus program bayi tabung di Indonesia pada 2020 mencapai lebih dari 8.300 siklus. Jumlah itu memang mengalami penurunan dibanding 2019 yang mencapai hampir 12 ribu siklus. Pengurangan terjadi karena dampak pandemi Covid-19.

"Namun jika dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, jumlah siklus bayi tabung di Indonesia jauh lebih besar," ujarnya.

Tingginya minat bayi tabung di Indonesia, kata dia, berbanding lurus dengan potensi jumlah penduduk di Indonesia yang saat ini mencapai 273 juta jiwa. Dari total penduduk Indonesia, kasus infertilitas atau keadaan kurang subur berkisar antara 11 hingga 12 persen dari populasi pasangan usia produktif.

Pertumbuhan permintaan solusi fertilitas juga disebut meningkat di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Benediktus Arifin yang merupakan tim dokter dari Morula IVF Surabaya mengungkap dalam satu tahun saja pihaknya melayani sekitar 800 program bayi tabung. Maka dari itu pihaknya berencana membuka tiga klinik baru di Surabaya.

"Cabang baru ini guna melayani lebih banyak lagi pasangan di Surabaya maupun Jawa Timur dan Bali, dalam hal fertilitas," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile