Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pertarungan di Spider-Man: No Way Home Lebih Brutal

Rabu 01 Dec 2021 12:33 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti

Pertarungan Spider-Man akan lebih brutal di film Spider-Man: No Way Home (ilustrasi).

Pertarungan Spider-Man akan lebih brutal di film Spider-Man: No Way Home (ilustrasi).

Foto: Sony Pictures Releasing
Spider-Man 'dipaksa' mengeluarkan kekuatan terbesar yaitu pukulan tinjunya.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES  – Peter Parker (Tom Holland) akan menghadapi masalah yang lebih berat di film Spider-Man: No Way Home karena harus melawan beberapa musuh termasuk Green Goblin, Doctor Octopus, Sandman, The Lizard, dan Electro. Karena itulah, sang pahlawan super akan dipaksa mengeluarkan kekuatan terbesar yaitu pukulan tinjunya.

Hal itu diungkap oleh Tom Holland dalam wawancara terbaru dengan TV Globo. Dia mengatakan, Peter Parker akan menggunakan gaya bertarung yang lebih brutal di Spider-Man: No Way Home.

Baca Juga

"Ada beberapa adegan perkelahian yang sangat brutal dalam film ini. Itu adalah gaya bertarung yang berbeda dari yang sebelumnya, tapi sebenarnya Anda akan melihat Spider-Man menggunakan tinjunya dalam situasi fight or run," kata Holland seperti dilansir di CBR, Rabu (1/12).

Dalam lima penampilan sebelumnya di Marvel Cinematic Universe (MCU), Spider-Man versi Holland umumnya memprioritaskan penggunaan web-blast dalam melawan musuh ketimbang kekuatannya. Preferensi ini bisa dilihat di Spider-Man: Homecoming, di mana Peter memiliki kostum yang memiliki kecerdasan buatan (AI).

Dijuluki Karen, AI memberikan Spider-Man pemindai internal yang menunjukkan cara menaklukkan musuh dengan teknik bertarung yang berbeda. Namun, arus informasi baru yang tiba-tiba membuat Spider-Man kewalahan dan membuatnya lebih sulit untuk melakukan tugas tertentu dalam pertempuran.

Akhirnya, Peter menjadi lebih nyaman dengan potensi kostumnya dan bertarung dengan sedikit lebih agresif. Di Avengers: Endgame, kostum Spider-Man memiliki fitur instant kill mode. Namun, ini sebagian besar dilakukan dengan tentakel robot di kostumnya, yang berarti kemampuan tinju Spidey tetap ada.

Meskipun Spider-Man versi Holland sering dibilang paling pasif, namun perlu diingat bahwa pendahulunya bahkan cenderung mengayunkan jaring dibandingkan mengayunkan tinju ke musuh. Misalnya, pertempuran paling signifikan Tobey Maguire dalam trilogi original Spider-Man yang berakhir dengan musuhnya mengalahkan diri mereka sendiri. Green Goblin bunuh diri dengan glidernya, Doc Ock tenggelam saat mencegah ledakan nuklir buatannya sendiri, dan Venom melompat ke dalam pumpkin bom.

Demikian pula tokoh penjahat di Amazing Spider-Man, Andrew Garfield, yang menemui ajalnya dengan tangan mereka sendiri, meskipun ada campur tangan Peter. Film Spider-Man: No Way Home mulai tayang di bioskop pada 17 Desember 2021.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile