Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO: Pembatasan Perjalanan Hanya Ulur Waktu Hadapi Omicron

Jumat 03 Dec 2021 17:10 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Reiny Dwinanda

Bandara Sydney, Australia. WHO menyebut pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara dapat mengulur waktu ledakan kasus Covid-19 terkait varian omicron.

Bandara Sydney, Australia. WHO menyebut pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara dapat mengulur waktu ledakan kasus Covid-19 terkait varian omicron.

Foto: AP/Mark Baker
WHO mengingatkan kemungkinan lonjakan kasus baru di tengah penyebaran omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara dapat mengulur waktu ledakan kasus Covid-19 terkait varian omicron. Tercatat sekitar puluhan negara di seluruh dunia telah melaporkan infeksi omicron, termasuk negara Asia seperti Malaysia, India, dan Sri Lanka.

"Pengendalian perbatasan dapat menunda virus masuk dan mengulur waktu, tetapi setiap negara dan setiap komunitas harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," ujar Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, Dr Takeshi Kasai, dilansir dari AP pada Jumat (3/12).

Baca Juga

WHO menyebut bahwa langkah-langkah yang digunakan untuk melawan varian delta harus tetap menjadi dasar untuk memerangi pandemi Covid-19. Pendekatan yang sama juga berlaku dalam menghadapi varian baru, omicron.

"Kabar positif dari semua ini adalah tidak ada informasi saat ini tentang omicron yang menunjukkan bahwa kita perlu mengubah arah kebijakan," kata Kasai.

Jumlah kasus omicron sejauh ini kecil di luar Afrika Selatan yang menjadi episentrumnya. Namun, masih banyak yang belum jelas tentang omicron, termasuk apakah itu lebih menular, membuat orang lebih sakit parah, atau apakah itu dapat menghindari perlindungan yang diberikan vaksin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile