Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Semeru Erupsi: 1 Meninggal, 10 Warga Belum Bisa Dievakuasi

Sabtu 04 Dec 2021 15:19 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur dievakuasi menyusul erupsi  erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Di Dusun Curah Kobokan, masih ada 10 orang yang belum bisa dievakuasi.

Warga Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur dievakuasi menyusul erupsi erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Di Dusun Curah Kobokan, masih ada 10 orang yang belum bisa dievakuasi.

Foto: ANTARA/Muhammad Sidkin Ali/Radar Semeru
Sebanyak 10 warga Dusun Curah Kobokan, Pronojiwo masih belum bisa dievakuasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Wakil Bupati Lumajang Indah Masdar menyebutkan korban jiwa akibat bencana erupsi Gunung Semeru tercatat satu orang. Sementara itu, 10 orang lainnya belum bisa dievakuasi dari Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

"Masih ada sekitar 10 orang yang masih belum bisa dievakuasi, karena lokasinya agak sulit, evakuasi lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi dikarenakan lumpur setinggi sampai lutut kaki," kata Indah dalam keterangannya pada telekonferensi pers yang dipantau di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Indah mengatakan, di Dusun Curah Kobokan terdapat 300 kepala keluarga yang sebagian besar sudah mengungsi. Dia menyebut, terdapat kurang lebih 41 orang korban luka bakar akibat lahar panas yang dievakuasi di Puskesmas Penanggal.

Beberapa korban dengan luka bakar serius dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr Haryoto, Rumah Sakit Bhayangkara, dan sebagian di RSUD Pasirian. Lalu, tujuh korban luka bakar ringan-sedang dirawat di Puskesmas Candipuro.

"Di Puskesmas Penanggal tersisa kurang lebih 10 orang," kata Indah.

Di antara para pengungsi juga terdapat dua orang ibu hamil yang usia kandungannya mencapai delapan bulan dan sembilan bulan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile