Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Booster di DKI Diprioritaskan untuk Lansia dan Komorbid

Selasa 07 Dec 2021 09:15 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Indira Rezkisari

Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga. Pemprov DKI akan mengikuti aturan pusat terkait pemberian booster atau vaksin dosis ketiga.

Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga. Pemprov DKI akan mengikuti aturan pusat terkait pemberian booster atau vaksin dosis ketiga.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Pemprov DKI ikuti aturan pusat soal biaya vaksin booster.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan prioritas vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Prioritas pemberian vaksin penguat tersebut merupakan upaya mengantisipasi varian baru Covid-19, Omicron.

“Booster yang ketiga khususnya bagi lansia dan komorbid,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza, Selasa (7/12).

Baca Juga

Ariza menuturkan, kalangan tersebut diprioritaskan lantaran lansia dan komorbid terbilang rentan terpapar Covid-19. Pasien Covid-19 yang meninggal diketahui banyak di antaranya adalah warga yang belum divaksin dan memiliki penyakit penyerta. “Kalau ada yang meninggal itu umumnya adalah belum divaksin dan komorbidnya berat, jadi kira-kira itu jadi usaha kita, terus pastikan juga meningkatkan surveilans berupa 3T (testing, tracing, treatment),” tuturnya.

Ariza melanjutkan, pihaknya mengikuti arahan dari pusat terkait dengan pemberian vaksin booster. Termasuk terkait dengan ketentuan biayanya.  

“Tentu nanti pemerintah pusat yang mengatur booster itu, bagi komorbid, kalau dimungkinkan bagi lansia, tentu tidak mungkin vaksin yang ketiga digratiskan. Nanti sesuai kemampuan negara,” ujarnya.

Selain melakukan upaya memprioritaskan kalangan rentan Covid-19, Ariza menyebut pihaknya juga mendorong agar vaksin bagi anak usia 6-11 tahun segera diterapkan. “Kita akan coba mendorong agar vaksin bagi anak umur 6 sampai 11 tahun segera diberlakukan,” kata dia.

Untuk terus memaksimalkan upaya antisipasi terhadap Omicron, Ariza memastikan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus melakukan pemantauan ihwal Omicron melalui sejumlah sumber tepercaya, seperti organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile