Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ratusan Rumah di Lembah Sari Lombok Barat Rusak Diterjang Banjir

Rabu 08 Dec 2021 08:46 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Seorang laki-laki melintas di jembatan yang rusak akibat diterjang banjir di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Selasa (7/12/2021). Hujan deras dan luapan air sungai Meninting yang terjadi pada Senin (6/12) menyebabkan rusaknya jembatan Meninting yang menghubungkan antara Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Seorang laki-laki melintas di jembatan yang rusak akibat diterjang banjir di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Selasa (7/12/2021). Hujan deras dan luapan air sungai Meninting yang terjadi pada Senin (6/12) menyebabkan rusaknya jembatan Meninting yang menghubungkan antara Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Ada 37 rumah rusak parah karena tertimbun lumpur sedangkan sisanya rusak sedang.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Sebanyak 404 rumah di Desa Lembah Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengalami kerusakan diterjang banjir bandang pada Senin (6/12). "Di antaranya 37 rumah rusak parah karena tertimbun lumpur. Sedangkan sisanya rusak sedang," kata Kepala Dusun Lembah Sari, Yusron, Rabu (8/12).

Ia menambahkan kebanyakan rumah yang mengalami kerusakan parah itu akibat tertimbun lumpur yang terbawa banjir bandang. Warga Lembah Sari yang rumahnya mengalami kerusakan, harus dievakuasi ke masjid terdekat atau ke Pasar Kekait. "Saat ini warga sudah mulai membersihkan puing-puing rumahnya," katanya.

Baca Juga

Sebelumnya, korban banjir di Batulayar Utara, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (8/12) membutuhkan pakaian bekas dan perlengkapan bayi dari pampers sampai minyak kayu putih. Setelah rumah warga diterjang banjir bandang dari Sungai Meninting yang terjadi pada Senin (6/12). "Kami membutuhkan pakaian bekas serta perlengkapan bayi dari pampers sampai minyak kayu putih," kata salah seorang pengungsi, Dewi.

Selain itu, kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) pun tetap mengalami kekurangan. "Kami benar-benar membutuhkan, rumah kami sudah diterjang banjir," kata Sukinah.

Sementara itu, aktivitas warga bersama TNI dan polisi bahu membahu membersihkan lumpur sisa banjir, termasuk batang pohon dan bangunan rumah milik warga yang ambruk.Kegiatan pembersihan itu menurunkan buldozer mengingat sampah sisa banjir masih memenuhi di area sisa banjir. Sejumlah posko pengungsian banyak didirikan untuk membantu warga yang kehilangan rumahnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile