Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Fauci: Infeksi Omicron Hampir Pasti tak Lebih Parah dari Delta

Kamis 09 Dec 2021 07:10 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

 Pakar penyakit menular AS dr Anthony Fauci menyebut indikasi awal menunjukkan infeksi varian omicron tidak akan lebih parah delta.

Pakar penyakit menular AS dr Anthony Fauci menyebut indikasi awal menunjukkan infeksi varian omicron tidak akan lebih parah delta.

Foto: EPA-EFE/JIM LO SCALZO / POOL
Melihat indikasi awal, Fauci yakin omicron tak akan lebih parah daripada delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat, dr Anthony Fauci, mengatakan bahwa infeksi varian omicron dari virus penyebab Covid-19 (SARS-CoV-2) berpotensi lebih ringan daripada varian delta. Hal itu terlihat dari indikasi awal.

 

Walaupun masih banyak hal yang belum diketahui tentang omicron, Fauci mengatakan bahwa "hampir pasti" itu tidak lebih parah" daripada varian delta. Hal tersebut disampaikan Fauci kepada AFP, dikutip dari Fox News, Kamis (9/12).

Baca Juga

Fauci menyebut, omicron terindikasi tidak akan menimbulkan keparahan gejala Covid-19 lewat pengamatan kondisi beberapa kelompok di Afrika Selatan. Di sana, rasio antara jumlah infeksi dan jumlah rawat inap tampaknya lebih sedikit dibandingkan dengan delta.

Fauci mencatat bahwa omicron menyerang populasi usia lebih muda dan cenderung dirawat di rumah sakit karena penyakit tersebut. Kasus omicron telah dikonfirmasi di setidaknya sembilan negara Afrika.

Sejak Rabu, 57 negara di seluruh dunia telah mengonfirmasikan kasus omicron. Sementara itu, beberapa pejabat negara juga melaporkan bahwa kasus awal tampaknya ringan.

Sebuah studi pendahuluan dari para ilmuwan di Afrika Selatan menunjukan, kasus harian strain omicron telah melonjak sejak pertengahan November. Studi menyatakan bahwa varian itu lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang daripada varian sebelumnya.

Hanya saja, studi tersebut belum ditinjau oleh rekan sejawat pada saat dirilis di server pracetak. Fauci yang juga kepala National Institute of Allergy and Infectious Diseases menjelaskan bahwa omicron jelas sangat menular, namun varian delta masih menyumbang lebih dari 99 persen kasus di AS.

"Skenario terburuknya adalah tidak hanya sangat menular, tetapi juga menyebabkan penyakit parah dan kemudian muncul gelombang infeksi lain yang belum tentu merespons vaksin ataupun imun yang dihasilkan dari infeksi Covid-19 alami," kata Fauci.

Skenario terbaiknya adalah virus yang lebih menular tidak menyebabkan penyakit parah. Akan tetapi, tetap diperlukan waktu dan kasus tambahan untuk menentukan tingkat keparahan. Tidak ada yang tahu bagaimana ke depannya, meskipun Fauci melihat kecil kemungkinan itu akan terjadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile