Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Diterjang Angin, 16 Rumah dan Kandang Ternak Rusak Berat

Kamis 09 Dec 2021 20:09 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Bencana angin kencang melanda Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/12) sore. Dampaknya sebanyak 16 unit rumah warga dan satu unit kandang domba mengalami kerusakan.

Bencana angin kencang melanda Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/12) sore. Dampaknya sebanyak 16 unit rumah warga dan satu unit kandang domba mengalami kerusakan.

Foto: bpbd kab. sukabumi
Bencana terjadi Kamis sekitar pukul 15.30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Bencana angin kencang melanda Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/12) sore. Dampaknya sebanyak 16 unit rumah warga dan satu unit kandang domba mengalami kerusakan.

Data dari Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 15.30 WIB. Lokasi bencana tepatnya terjadi di Kampung Tegal Tengah RT 03 RW 01 Desa Karang Jaya, Kecamatan Gegerbitung.

Baca Juga

'' Pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB terjadi hujan dan angin kencang,'' ujar Petugas Penannggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung Sukabumi, Ofieq kepada wartawan. Bencana ini mengakibatkan beberapa unit rumah dan satu kandang domba bagian atap (genting) rusak terbawa angin.

Ofieq mengatakan, ada sebanyak 16 unit rumah warga yang terdampak bencana. Rinciannya sebanyak tujuh unit rumah warga rusak sedang dan sebanyak sembilan rumah rusak ringan.

Menurut Ofieq, P2BK telah meninjau lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan pemdes, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polpp Gegerbitung, dankasi sosbud Gegerbitung. Selain itu P2BK Kecamatan Gegerbitung melakukan assesment atau kaji cepat dilokasi dan memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk selalu waspada. Saat ini lanjut Ofieq, dibutuhkan alas tidur dikarenakan basah. Hal ini diharapkan bisa membantu warga yang terdampak bencana.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, warga diminta meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang ditandai hujan disertain angin kencang. Harapannya aparat di wilayah dan warga mengantisipasi bencana agar tidak terjadi korban jiwa maupun kerugian materiil.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile