Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO: Varian Omicron Sudah Menyebar ke 57 Negara

Kamis 09 Dec 2021 17:15 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Agung Sasongko

Puseletso Lesofi bersiap untuk mengurutkan sampel omicron COVID-19 di Ndlovu Research Center di Elandsdoorn, Afrika Selatan, Rabu 8 Desember 2021.

Puseletso Lesofi bersiap untuk mengurutkan sampel omicron COVID-19 di Ndlovu Research Center di Elandsdoorn, Afrika Selatan, Rabu 8 Desember 2021.

Foto: AP /Jerome Delay
Kasus Covid-19 varian Omicron telah ditemukan di 57 negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus Covid-19 varian Omicron telah ditemukan di 57 negara. Peningkatan infeksi Omicron terjadi di negara-negara Afrika bagian selatan, termasuk Zimbabwe.

 

Dalam laporan epidemiologi mingguannya pada Rabu (8/12), WHO mengungkapkan, mereka masih membutuhkan lebih banyak data untuk menilai tingkat keparahan penyakit yang disebabkan Omicron. Data pun diperlukan guna menilai apakah varian tersebut dapat menurunkan kekebalan yang diciptakan vaksin.

Baca Juga

“Bahkan jika tingkat keparahannya sama atau bahkan berpotensi lebih rendah daripada varian Delta, diharapkan rawat inap akan meningkat jika lebih banyak orang terinfeksi dan akan ada jeda waktu antara peningkatan kejadian kasus serta peningkatan kejadian kematian,” kata WHO.

Pekan lalu, WHO mengatakan, mereka belum menerima laporan tentang kematian akibat Covid-19 varian Omicron. “Saya belum melihat laporan kematian terkait Omicron. Kami sedang mengumpulkan semua bukti dan kami akan menemukan lebih banyak bukti seiring berjalannya waktu,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier kepada awak media di Jenewa, Swiss, Jumat (3/12).

Kendati saat ini Omicron tengah menyebar, Lindmeier mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan varian Delta. “Omicron mungkin sedang naik daun, dan kita mungkin sampai pada titik di mana ia mengambil alih untuk menjadi varian dominan. Tapi pada titik ini, varian yang sangat dominan tetap Delta,” ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile